TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Dua tahun kepemimpinan Presiden-Wapres Prabowo-Gibran diwarnai dinamika, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah beri pandangan.
Ia menilai program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Desa, hingga Kampung Nelayan memberi multiplier effect bagi ekonomi daerah.
“Program MBG meningkatkan permintaan produk pertanian dan peternakan, memicu UMKM dan logistik. Jika ada kekurangan, itu bahan evaluasi. Tidak mungkin langsung sempurna,” kata Lis, Minggu (25/10).
Di Tanjungpinang, program nasional jadi penopang infrastruktur di tengah APBD terbatas.
Di antaranya pembangunan lima Kampung Nelayan di Penyengat, Senggarang, Kampung Bugis, Dompak, dan Sei Jang Rp19,079 miliar, Sekolah Rakyat Rp240 miliar, serta revitalisasi SD Penyengat Rp20 miliar.
Lis juga mengusulkan pembangunan jalan Pelantar 2 – Pelantar KUD, infrastruktur RS, dan revitalisasi kolam Dendang Ria yang ditargetkan terealisasi 2027.
Ia menyebut kritik di media sosial sebagai booster untuk berbenah. “Kami bekerja bukan untuk digembar-gemborkan, tapi untuk kesejahteraan masyarakat.” ucapnya.
Terkait RTLH, tahun ini terealisasi 611 unit dari usulan 1.000 unit, terbanyak dalam sejarah Tanjungpinang yang biasanya hanya 200-an unit.
Dari ekonomi, pertumbuhan Tanjungpinang naik signifikan. Dari 2,53 persen pada awal jabatan 20 Februari 2025, menjadi 4,97 persen akhir 2025, 5,23 persen triwulan I 2026, dan 6,95 persen triwulan II 2026.***








Discussion about this post