TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menginstruksikan seluruh pos kesehatan terpadu (posyandu) di Kota Tanjungpinang untuk menyusun peta jalan (roadmap) kerja lima tahunan yang dilengkapi dengan indikator program dan target evaluasi terukur.
Arahan strategis peningkatan mutu kelembagaan tersebut disampaikan Lis Darmansyah saat membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan melalui Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Posyandu se-Kelurahan Kemboja di Yayasan Permabudhi, Jalan Kemboja, Tanjungpinang, Rabu (7/10/2026).
Acara yang dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tanjungpinang Yuniarni Pustoko Weni, Camat Tanjungpinang Barat Haposan Siregar, serta jajaran Lurah Kemboja tersebut menyoroti pemetaan akar masalah kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput.
Wali Kota Lis menekankan agar kader dari 34 posyandu di Kecamatan Tanjungpinang Barat tidak bekerja dengan pola standar atau rutin semata, melainkan wajib memperkuat pendataan balita, angka kelahiran, hingga lansia.
Selain itu, Pemko Tanjungpinang menyerahkan bantuan sarana penunjang operasional bagi tujuh posyandu di Kelurahan Kemboja berupa laptop, pencetak dokumen (printer), lemari, kipas angin, serta alat cek gula darah dan kolesterol.
Penyusunan peta jalan lima tahunan dan penyaluran bantuan sarana administrasi ini diselenggarakan guna mengidentifikasi penyebab utama stunting seperti pernikahan dini dan pola asuh, meng-upgrade kapasitas kader kesehatan, memvalidasi data sasaran pelayanan dasar, serta menjamin keakuratan pelaporan berkala.
Penguatan manajemen data dan peningkatan sarana posyandu berbasis peta jalan ini diproyeksikan mampu mengakselerasi penurunan angka stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di seluruh kelurahan se-Kota Tanjungpinang.
“Kita tidak ingin pelayanan posyandu berjalan begitu-begitu saja tanpa perubahan, karena di tangan ibu-ibu kader kegiatan pelayanan kesehatan pemerintah sangat terbantu. Karena itu, setiap posyandu harus memiliki roadmap lima tahun ke depan yang disusun berdasarkan pemetaan masalah riil di wilayah masing-masing, mulai dari stunting, pernikahan dini, hingga ekonomi keluarga. Data sasaran balita dan lansia harus dipegang secara akurat, diikuti peningkatan kapasitas kader secara berkala agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat dievaluasi dan ditingkatkan setiap tahunnya.” ujar Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah.
Lurah Kemboja Rohmanta mengapresiasi dukungan peralatan administrasi dan medis dari Pemko Tanjungpinang.
Para kader posyandu Kelurahan Kemboja menyatakan kesiapan untuk segera mengompilasi data wilayah dan menyusun rancangan peta jalan pelayanan lima tahunan. (din)










Discussion about this post