TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendorong percepatan revitalisasi serta optimalisasi jaringan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA) di seluruh kabupaten dan kota se-Kepri.
Instruksi strategis tersebut ditekankan oleh Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura saat memimpin Rapat Asistensi Penyelarasan dan Inventarisasi Program Pembangunan Infrastruktur Pusat di Wilayah Provinsi Kepri Tahun 2026–2027 di Ruang Rapat Utama Lantai 4, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Senin (5/10/2026).
Rapat koordinasi teknis yang dihadiri jajaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera IV, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Dinas PUPP, Bappeda, serta Dinas Perkim Kepri tersebut memetakan secara detail pembenahan kawasan vital waduk, dam, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Lancang Kuning, Sungai Pulai, Tanjung Uban, Batam, Anambas, hingga Natuna.
Pendalaman kondisi fisik waduk ini mencakup langkah mitigasi teknis terhadap ancaman pendangkalan sedimentasi, risiko kebocoran tanggul, serta penanganan potensi banjir di kawasan permukiman padat.
Penyelarasan program SDA bersama instansi kementerian pusat ini diselenggarakan guna menjamin ketahanan pasokan air baku masyarakat kepulauan, mengamankan pusat pertumbuan ekonomi dan kawasan industri, mengendalikan risiko bencana banjir tahunan, serta mewujudkan pemerataan infrastruktur dasar daerah.
Percepatan pengerukan pendangkalan dan pembenahan tanggul waduk lintas kabupaten/kota ini diproyeksikan mampu meningkatkan kapasitas tampung air baku serta menstabilkan distribusi air ke permukiman warga.
“Pemerintah Provinsi Kepri mendorong koordinasi intensif bersama balai kementerian untuk segera melakukan revitalisasi dan optimalisasi infrastruktur sumber daya air, mulai dari waduk, dam, hingga daerah aliran sungai di Tanjung Uban, Sungai Pulai, Batam, Anambas, dan Natuna. Kita harus cepat mengantisipasi persoalan pendangkalan waduk, kebocoran jaringan, dan potensi banjir permukiman. Ketahanan infrastruktur air memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, perkembangan kawasan permukiman, serta keberlanjutan aktivitas ekonomi di Kepulauan Riau.” ujar Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura.
Pemprov Kepri dan BWS Sumatera IV menyepakati pembentukan tim kajian teknis guna menindaklanjuti pengerukan waduk serta perbaikan fisik DAS terdistribusi.
Evaluasi penanganan air baku akan dipantau secara berkala. (din)










Discussion about this post