TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Karang Taruna genap berusia 66 tahun sejak berdiri pada 26 September 1960.
Dalam rangka memperingati hari lahir tersebut, Karang Taruna Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menggelar Bulan Bhakti Karang Taruna Kepri Tahun 2026 sebagai agenda rutin tahunan.
Kegiatan ini akan dipusatkan di Tanjungpinang dan berlangsung mulai 25 September hingga 28 Oktober 2026 dengan berbagai rangkaian agenda.
Salah satu agenda utama adalah bakti sosial berupa donasi sembako berupa beras bagi masyarakat membutuhkan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Majelis Pertimbangan Karang Taruna Kepri, Said Muhammad Idris.
Ia mengatakan, untuk memaksimalkan donasi, Karang Taruna Kepri berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal organisasi.
“Untuk memaksimalkan potensi donasi yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat, Karang Taruna menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya organisasi kepegawaian KORPRI,” ujarnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna Provinsi Kepri mengeluarkan surat imbauan kepada seluruh anggota KORPRI di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri untuk ikut berpartisipasi memberikan donasi.
Said menjelaskan, surat imbauan tersebut diterbitkan atas permohonan Pengurus Karang Taruna Provinsi Kepri dalam rangka Bulan Bhakti 2026.
Ia menegaskan, donasi ini bersifat imbauan, sukarela, dan tanpa paksaan.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin dalam memperingati hari lahir Karang Taruna. Selain Pemerintah Provinsi Kepri, kami juga mengajak pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Kepri serta seluruh elemen masyarakat dan pihak lainnya untuk ikut berkontribusi,” imbuhnya.
Adapun penerima manfaat donasi akan dikoordinasikan dengan Dinas Sosial kabupaten/kota dan perangkat pemerintah terkait yang membidangi urusan sosial kemasyarakatan.
Pertanggungjawaban penyaluran akan dilaporkan secara akuntabel kepada seluruh donatur.
“Kegiatan donasi ini murni sebagai bentuk kepedulian sosial untuk menerjemahkan sikap gotong royong dan ikut berkontribusi mengatasi permasalahan sosial di masyarakat,” tutupnya.(Din)










Discussion about this post