TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang mendorong perkuatan peran serta pendanaan domestik guna menjaga keberlanjutan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di wilayahnya, Rabu (26/8/2026).
Langkah strategis ini disampaikan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza saat membuka lokakarya advokasi strategis “Building Awareness and Mobilizing Domestic Resources Workshop for Sustainability of HIV Program” di Hotel Nite & Day Tanjungpinang.
Kebijakan ini diambil menyusul rencana berakhirnya dukungan pendanaan internasional dari Global Fund grant cycle 7 pada 31 Desember 2026 yang diperkirakan berdampak pada penurunan alokasi anggaran penanganan HIV.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per Juni 2025, dari estimasi kasus nasional sebanyak 353.694 orang (63 persen) telah teridentifikasi dan 249.808 orang di antaranya telah mendapatkan pengobatan antiretroviral (ARV).
Mengingat kompleksitas kasus yang beririsan dengan penyalahgunaan narkoba dan mulai mengarah ke generasi muda, Pemko Tanjungpinang bersama Yayasan Komunitas Peduli AIDS Kepri (Kompak), BNN, Baznas, serta sektor perbankan menggalang kolaborasi lintas sektor.
Penguatan sumber daya lokal dinilai menjadi kunci utama agar layanan pengobatan, pendampingan, dan edukasi di masyarakat tidak terhenti.
“HIV AIDS adalah masalah bersama, tanggung jawab pemerintah dan tidak bisa hanya mengandalkan pendanaan dari donatur. Penanganan HIV perlu disesuaikan dengan kondisi saat ini, terutama dengan mulai berkurangnya dukungan pendanaan dari negara-negara donor. Kita perlu lebih gesit dalam menangani HIV dan AIDS di Tanjungpinang, apalagi persoalan ini juga berkaitan dengan narkoba dan mulai mengarah ke generasi muda. Perlu bergerak bersama untuk memastikan program penanganan HIV tetap berjalan.” ujar Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza.
Melalui penyamaan persepsi ini, Pemko Tanjungpinang berkomitmen merumuskan regulasi dan alokasi anggaran daerah yang berkelanjutan.
Upaya pencegahan sejak dini terus digalakkan demi melindungi kesehatan masyarakat Tanjungpinang. (din)










Discussion about this post