TANJUNGPINANG, KLIKKEPRI.com — Pemerintah Kota Tanjungpinang terus bergerak agresif mengikis angka tuna karya lewat strategi jemput bola antardaerah.
Pemko Tanjungpinang kini memperluas jangkauan komunikasi dan jaringan kerja sama dengan melobi sejumlah perusahaan raksasa yang beroperasi di wilayah tetangga seperti Kabupaten Bintan dan Kota Batam, Selasa (14/7/2026).
Langkah taktis memfasilitasi para pencari kerja lokal ini terbukti membuahkan hasil positif.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengonfirmasi bahwa penyerapan tenaga kerja yang difasilitasi oleh jajaran pemerintah daerah telah berkontribusi langsung pada penurunan angka pengangguran terbuka di Ibu Kota Provinsi Kepri tersebut.
Lis memperkirakan tingkat pengangguran terbuka di wilayahnya berhasil ditekan dan turun hampir satu persen seiring dengan masifnya pembukaan keran lowongan kerja dari sektor industri makro maupun mikro yang berhasil dijembatani oleh Pemko.
“Sudah turun, lebih kurang hampir satu persen. Seperti contoh dengan dibukanya ritel seperti Indomaret, paling tidak punya pengaruh meskipun kecil. Alhamdulillah, saat ini juga sudah banyak masyarakat Tanjungpinang yang kami bantu untuk mendapatkan kesempatan bekerja di sejumlah perusahaan besar di wilayah sekitar, di antaranya seperti di PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) dan Bintan Power,” ungkap Lis Darmansyah, Selasa (14/7/2026).
Lis menjelaskan bahwa esensi kehadiran pemerintah daerah saat ini adalah bertindak sebagai makelar atau penghubung yang andal antara masyarakat pencari kerja dengan dunia usaha.
Tanggung jawab pemerintah bukan sekadar membangun komunikasi di atas kertas, melainkan memastikan arus informasi peluang kerja dapat mengalir secara transparan dan diakses cepat oleh warga.
Guna memaksimalkan misi tersebut, Lis menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja Kota Tanjungpinang untuk bergerak lebih dinamis dalam menyurati serta memperluas nota kesepahaman dengan korporasi-korporasi di Bintan dan Batam agar bersedia memberikan ruang bagi anak-anak daerah asal Tanjungpinang.
Sebagai basis data utama, Pemko Tanjungpinang memanfaatkan validitas data pencari kerja yang terdaftar resmi melalui penerbitan kartu kuning (AK-1).
Data kualifikasi para pelamar tersebut nantinya akan dicocokkan langsung secara presisi dengan spesifikasi tenaga kerja yang sedang dibutuhkan oleh pihak perusahaan.
Melalui integrasi data ini, Lis optimistis perluasan kesempatan kerja bagi warga Tanjungpinang akan berjalan lebih terukur dan berkelanjutan.(din)










Discussion about this post