klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home sains

Mengapa Garam Himalaya Berwarna Merah Muda? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Redaksi by Redaksi
2 Mei 2026 - 08:17
Reading Time: 3 mins read
0
Mengapa Garam Himalaya Berwarna Merah Muda? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Warna Pink pada Garam Himalaya: Apa Sebenarnya yang Membuatnya Berbeda?

Pernahkah kamu melihat garam himalaya yang berwarna pink dan langsung bertanya, kok bisa beda dari garam biasa? Tampilan warna yang unik ini memang menarik perhatian banyak orang. Bahkan sering dianggap lebih “unik” dan menarik untuk ditempatkan di meja makan. Namun, tahukah kamu bahwa warna merah muda tersebut bukan sekadar hiasan atau efek buatan?

Ada proses alamiah yang sangat lama hingga membentuk warna unik tersebut. Banyak orang belum menyadari bahwa warna ini sebenarnya menjadi tanda adanya kandungan tertentu di dalamnya. Dari situ, muncul pertanyaan sederhana namun menarik: apa sebenarnya yang membuat garam himalaya berwarna pink? Yuk, simak penjelasan ilmiahnya supaya kamu gak sekadar tahu, tapi juga benar-benar paham.

1. Warna pink berasal dari kandungan mineral alami



Kalau dilihat sekilas, warna pink pada garam himalaya memang tampak tidak biasa, bahkan terlihat seperti diberi pewarna. Padahal, warna tersebut muncul secara alami dari kandungan mineral yang ada di dalamnya. Salah satu mineral utama yang berperan adalah zat besi, yang dalam bentuk oksida memberikan nuansa kemerahan hingga merah muda.

Selain zat besi, ada juga mineral lain seperti magnesium dan kalsium dalam jumlah kecil yang turut memberi nuansa pada warna garam ini. Semakin tinggi kandungan mineral tertentu, biasanya warna pink yang dihasilkan akan tampak lebih kuat dan intens. Jadi, warna khas ini bukan sekedar tampilan visual, melainkan cerminan dari komposisi alami yang terbentuk melalui proses panjang.

2. Terbentuk dari proses geologi jutaan tahun



Asal-usul warna pink pada garam himalaya berawal dari proses alam panjang yang berlangsung sejak jutaan tahun silam. Garam ini berasal dari sisa laut purba yang mengering, lalu tertimbun lapisan tanah dan batuan seiring perubahan bumi. Dalam tekanan dan kondisi geologi tertentu, berbagai mineral akhirnya terperangkap di dalam kristal garam dan membentuk warna khas yang kita lihat sekarang.

Proses panjang ini membuat garam tidak hanya mengandung natrium klorida seperti garam biasa, tetapi juga berbagai unsur tambahan. Lingkungan pembentukan yang berbeda inilah yang akhirnya menciptakan warna khas pada garam himalaya. Bisa dibilang, setiap butiran garam ini membawa “jejak sejarah” bumi di dalamnya.

3. Warna pink tidak selalu sama pada setiap garam



Menariknya, tidak semua garam himalaya memiliki warna pink yang sama. Ada yang tampak pucat, ada juga yang cenderung lebih merah atau bahkan hampir oranye. Perbedaan ini dipengaruhi oleh variasi kadar mineral di dalam masing-masing kristal garam.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Lokasi penambangan dan kedalaman lapisan batuan turut memengaruhi seberapa kuat warna yang muncul pada garam ini. Karena itu, setiap kristalnya memiliki karakter yang berbeda dan hampir tidak ada yang benar-benar sama. Justru keragaman inilah yang membuat garam himalaya tampak lebih berkarakter dan menarik dibandingkan garam putih biasa.

4. Sering dianggap lebih sehat, tapi perlu dipahami



Karena mengandung berbagai mineral, garam himalaya kerap dianggap sebagai pilihan yang lebih sehat dibanding garam biasa. Memang ada unsur tambahan di dalamnya, tetapi kadarnya sangat kecil sehingga tidak memberi perbedaan signifikan. Pada akhirnya, jika dikonsumsi dalam batas wajar, manfaat kesehatannya tidak jauh berbeda dari garam pada umumnya.

Yang lebih penting tetap pada pola makan secara keseluruhan, bukan hanya jenis garam yang digunakan. Meski begitu, tidak ada salahnya memilih garam himalaya sebagai variasi dalam memasak. Selama digunakan dengan bijak, garam ini tetap bisa jadi pilihan menarik di dapur.

5. Popularitas didorong tren dan tampilan visual



Tak hanya soal kandungan, warna pink yang khas juga jadi daya tarik utama yang membuat garam himalaya cepat mencuri perhatian. Tampilannya yang berbeda dari garam putih biasa membuat banyak orang tertarik untuk mencobanya. Karena itu, garam ini sering dimanfaatkan sebagai sentuhan akhir pada hidangan agar terlihat lebih menarik dan estetik.

Tren gaya hidup sehat juga ikut mendorong popularitasnya di berbagai kalangan. Namun di balik tren tersebut, penting untuk tetap memahami fakta ilmiahnya. Dengan begitu, kamu bisa menikmati keunikan garam himalaya tanpa terjebak pada anggapan yang kurang tepat.

Warna pink pada garam himalaya bukan sekadar soal tampilan, melainkan hasil dari proses alam panjang dan kandungan mineral di dalamnya. Memahami asal-usulnya bikin kita lebih bijak dalam melihat tren, gak cuma ikut-ikutan tanpa tahu fakta di baliknya. Jadi, setelah tahu penjelasannya, kamu masih penasaran mencoba atau justru jadi lebih selektif menggunakannya?

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

sains

Hutan Kayu Lara Luwu: Laboratorium Alam dengan 100 Peneliti Tahunan

14 Mei 2026 - 15:47
Aktivitas Merapi Pagi Ini: BPPTKG Catat 1 Guguran Lava
sains

Aktivitas Merapi Pagi Ini: BPPTKG Catat 1 Guguran Lava

12 Mei 2026 - 21:42
5 fakta menarik ikan lionfish, pemburu malam beracun
sains

5 fakta menarik ikan lionfish, pemburu malam beracun

8 Mei 2026 - 23:27
Soal Ujian Kimia Kelas 11 Semester 2 + Kunci Jawaban
sains

Soal Ujian Kimia Kelas 11 Semester 2 + Kunci Jawaban

7 Mei 2026 - 17:10
Mengenal Etna, Gunung Berapi Paling Unik di Dunia
sains

Mengenal Etna, Gunung Berapi Paling Unik di Dunia

6 Mei 2026 - 21:50
4 Hewan Pintar yang Mengenali Wajah Manusia
sains

4 Hewan Pintar yang Mengenali Wajah Manusia

6 Mei 2026 - 07:34
Next Post
Tim Khusus Basarnas Dikerahkan untuk Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Tim Khusus Basarnas Dikerahkan untuk Evakuasi Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Jadwal Shalat Sleman, 28 April 2026

Jadwal Shalat Sleman, 28 April 2026

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com