klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home sains

Satu Mobil, Rasa Berbeda: Mengapa Mabuk Perjalanan Tidak Sama?

Redaksi by Redaksi
15 April 2026 - 02:32
Reading Time: 3 mins read
0
Satu Mobil, Rasa Berbeda: Mengapa Mabuk Perjalanan Tidak Sama?

Penjelasan Mekanisme Mabuk Perjalanan

Mabuk perjalanan atau motion sickness sering kali menimbulkan situasi yang membingungkan ketika beberapa penumpang merasa sangat mual, sementara yang lain tetap segar bugar di dalam satu mobil yang sama. Ketimpangan reaksi fisik ini memicu pertanyaan besar mengenai bagaimana tubuh manusia memproses informasi gerak dan mengapa ketahanan setiap individu terhadap guncangan kendaraan bisa sangat berbeda.

Kondisi ini pada dasarnya berkaitan erat dengan cara otak menerima sinyal dari berbagai indra penyeimbang saat kendaraan sedang melaju. Meskipun berada di lingkungan fisik yang identik, sistem saraf masing-masing individu memiliki ambang toleransi dan cara interpretasi data yang unik, sehingga menciptakan pengalaman berkendara yang sangat kontras antara satu penumpang dengan penumpang lainnya.

1. Konflik Sensorik Antara Mata dan Sistem Vestibular Telinga



Penyebab utama munculnya rasa mual pada sebagian orang adalah adanya konflik sensorik atau ketidaksinkronan data yang diterima oleh otak. Bagian telinga dalam yang bertanggung jawab atas keseimbangan, atau sistem vestibular, merasakan adanya gerakan nyata akibat percepatan, pengereman, atau tikungan mobil. Namun, jika mata seorang penumpang terfokus pada objek diam di dalam kabin—seperti layar ponsel atau buku—mata akan mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh sedang berada dalam posisi diam.

Ketidakcocokan informasi ini membuat otak menjadi bingung; telinga mengatakan tubuh sedang bergerak, sementara mata melaporkan posisi statis. Bagi individu yang memiliki sistem saraf sensitif, otak akan menginterpretasikan kebingungan data ini sebagai bentuk halusinasi yang biasanya disebabkan oleh racun, sehingga tubuh merespons dengan cara memicu rasa mual atau muntah sebagai mekanisme pertahanan. Sebaliknya, orang yang tidak mual biasanya memiliki otak yang lebih adaptif dalam memprioritaskan sinyal gerak atau mata mereka tetap aktif memandang ke luar jendela untuk menyelaraskan persepsi visual dengan gerakan nyata.

2. Perbedaan Posisi Duduk dan Kontrol Terhadap Antisipasi Gerakan



Posisi duduk di dalam mobil memegang peranan krusial dalam menentukan apakah seseorang akan merasa mual atau tidak. Pengemudi hampir tidak pernah mengalami mabuk perjalanan karena otak mereka memiliki kendali penuh atas setiap gerakan kendaraan. Sebelum memutar kemudi atau menginjak rem, otak pengemudi sudah mengirimkan perintah motorik sekaligus mengantisipasi dampak gerakannya, sehingga sistem keseimbangan tubuh sudah bersiap sebelum guncangan terjadi.

Bagi penumpang, terutama yang duduk di kursi belakang, kemampuan untuk mengantisipasi gerakan ini sangat terbatas. Penumpang di kursi depan biasanya lebih tahan terhadap mual karena mereka memiliki sudut pandang luas ke arah cakrawala, yang membantu mata menangkap aliran gerak secara konsisten. Di sisi lain, penumpang di kursi belakang sering kali memiliki pandangan yang terhalang oleh sandaran kursi depan, sehingga otak mereka lebih mudah mengalami konflik sensorik karena tidak bisa memprediksi kapan mobil akan berbelok atau berhenti secara mendadak.

3. Faktor Genetika dan Kondisi Kesehatan Sistem Saraf Individu



Selain faktor lingkungan dan posisi duduk, sensitivitas terhadap mabuk perjalanan juga sangat dipengaruhi oleh faktor genetika dan fisiologis masing-masing orang. Penelitian medis menunjukkan bahwa ada variasi genetik yang membuat sistem saraf seseorang lebih reaktif terhadap rangsangan gerak. Kelompok individu tertentu, seperti anak-anak di usia pertumbuhan dan wanita, sering kali memiliki ambang batas mual yang lebih rendah dibandingkan pria dewasa karena perbedaan fluktuasi hormon dan tingkat kematangan sistem vestibular.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Beberapa orang juga memiliki kemampuan adaptasi saraf yang disebut “kebiasaan” (habituation), di mana otak mereka belajar untuk mengabaikan sinyal konflik tersebut setelah sering terpapar perjalanan jauh. Kondisi kesehatan lain seperti riwayat migrain atau kelelahan ekstrem juga dapat memperburuk sensitivitas seseorang di dalam mobil. Hal inilah yang menjelaskan mengapa dalam satu keluarga yang menempuh rute yang sama, ada anggota keluarga yang sangat menderita akibat guncangan, sementara yang lain bisa menikmati perjalanan dengan tidur nyenyak atau bercanda tanpa gangguan kenyamanan sedikit pun.

Cara Ringankan Beban Motor Saat Arus Balik Mudik Lebaran

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

sains

Hutan Kayu Lara Luwu: Laboratorium Alam dengan 100 Peneliti Tahunan

14 Mei 2026 - 15:47
Aktivitas Merapi Pagi Ini: BPPTKG Catat 1 Guguran Lava
sains

Aktivitas Merapi Pagi Ini: BPPTKG Catat 1 Guguran Lava

12 Mei 2026 - 21:42
5 fakta menarik ikan lionfish, pemburu malam beracun
sains

5 fakta menarik ikan lionfish, pemburu malam beracun

8 Mei 2026 - 23:27
Soal Ujian Kimia Kelas 11 Semester 2 + Kunci Jawaban
sains

Soal Ujian Kimia Kelas 11 Semester 2 + Kunci Jawaban

7 Mei 2026 - 17:10
Mengenal Etna, Gunung Berapi Paling Unik di Dunia
sains

Mengenal Etna, Gunung Berapi Paling Unik di Dunia

6 Mei 2026 - 21:50
4 Hewan Pintar yang Mengenali Wajah Manusia
sains

4 Hewan Pintar yang Mengenali Wajah Manusia

6 Mei 2026 - 07:34
Next Post
Bangladesh Minta Tambahan Pasokan BBM ke India untuk Memperbaiki Hubungan

Bangladesh Minta Tambahan Pasokan BBM ke India untuk Memperbaiki Hubungan

Perubahan cuaca sore ini di 7 wilayah Priangan Timur, hujan lebat disertai petir

Perubahan cuaca sore ini di 7 wilayah Priangan Timur, hujan lebat disertai petir

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com