Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kecaman keras terhadap pihak yang diduga membocorkan rencana serangan ke Iran. Dalam rapat umum di Arizona, Trump mengatakan kebocoran informasi itu membuat jadwal operasi berubah dan, menurut dia, semestinya dijatuhi hukuman sangat berat. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis (15/10), seperti dilansir Antara.
Trump mengklaim kebocoran itu terjadi saat militer AS menyiapkan pengerahan pesawat pengebom siluman B-2. Ia menyebut armada tersebut dikirim untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Menurut Trump, pihak Iran bahkan sudah menunggu kedatangan pesawat-pesawat itu ketika informasi awal soal operasi tersebar ke media.
Dalam pidatonya, Trump menuding ada orang yang membocorkan detail penting, mulai dari waktu keberangkatan hingga jam kedatangan pesawat. Ia menyebut informasi tersebut muncul di The New York Times dan CNN setelah sebelumnya diketahui bahwa pesawat akan berangkat dari Missouri pada pukul 12.07. Trump menilai kebocoran itu merusak unsur kejutan yang dibutuhkan dalam operasi militer.
Akibat bocornya jadwal, Trump mengatakan serangan yang semula direncanakan harus diundur. Namun, setelah dua hari, operasi itu tetap dijalankan pada waktu yang sama seperti rencana awal. Ia menegaskan bahwa pada momen itulah lawan tidak lagi bisa memperkirakan kedatangan pasukan AS.
Trump juga menggunakan kata-kata kasar untuk menggambarkan pembocor informasi, menyebut mereka sebagai “sampah masyarakat”. Ia menambahkan bahwa para pelaku seharusnya dihukum dengan sangat tegas, bahkan menurut dia layak dipenjara seumur hidup. Ucapan itu menambah daftar pernyataan keras Trump terhadap kebocoran informasi di pemerintahan dan militer.
Pernyataan Trump muncul di tengah sorotan terhadap hubungan AS dan Iran yang kerap memanas. Dalam konteks itu, kebocoran informasi militer menjadi isu sensitif karena dapat memengaruhi strategi, keamanan operasi, dan kalkulasi pihak lawan. Trump sendiri mengaitkan operasi tersebut dengan upaya memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.










Discussion about this post