Jakarta, 15 Oktober — Pemerintah Indonesia membuka pintu bagi bantuan dari negara-negara tetangga untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, Presiden Prabowo Subianto sudah menyetujui langkah tersebut, sementara rincian teknisnya kini dibahas oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Arrmanatha menyampaikan hal itu setelah menghadiri rapat tertutup bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Menurut dia, persetujuan presiden sudah diberikan dan proses berikutnya berada pada tahap koordinasi antarinstansi agar bantuan bisa segera dijalankan sesuai kebutuhan di lapangan.
Ia juga menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap karhutla tergolong serius karena dampaknya tidak hanya dirasakan daerah yang terbakar, tetapi juga wilayah lain dan bahkan negara sekitar. Karena itu, kata dia, pemerintah memandang dukungan dari luar negeri sebagai bagian dari upaya mempercepat pengendalian api dan mengurangi risiko meluasnya dampak asap.
Di dalam negeri, penanganan karhutla telah melibatkan kekuatan besar. Hingga 13 Oktober, pemerintah mengerahkan 60.177 personel gabungan yang terdiri atas unsur pemadam kebakaran, TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, dinas kehutanan daerah, serta relawan. Mereka bekerja bersama dalam berbagai operasi pemadaman di daerah terdampak.
Selain personel darat, pemerintah juga menggunakan dukungan udara. Helikopter dan pesawat dikerahkan untuk operasi water bombing dan untuk mendukung modifikasi cuaca, dua metode yang dipakai untuk membantu menekan sebaran api dan memperbesar peluang turunnya hujan di area rawan kebakaran. Arrmanatha menyebut langkah yang telah ditempuh Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk menyelesaikan persoalan ini secepat mungkin.
Wacana bantuan dari negara sahabat sebelumnya sudah muncul dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada 18 September. Dalam kesempatan itu, Malaysia menyatakan kesiapan membantu dengan menurunkan satu pesawat, tiga helikopter, dan 52 personel pemadam kebakaran untuk mendukung penanganan karhutla di Indonesia.
Prabowo menilai dukungan tersebut menjadi bukti bahwa kebakaran hutan bukan semata urusan satu negara, melainkan persoalan lingkungan yang berdampak lintas batas. Ia menegaskan Indonesia menerima tawaran itu dengan baik karena asap dan gangguan akibat karhutla juga dirasakan oleh negara-negara tetangga.










Discussion about this post