Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyatakan kritik yang muncul dalam laporan evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dari Center of Economic and Law Studies (Celios) akan dijadikan masukan untuk memperbaiki kinerja pemerintah. Ia menegaskan bahwa survei, kajian, dan kritik dari masyarakat maupun lembaga independen merupakan bagian dari demokrasi yang perlu disikapi dengan evaluasi, bukan penolakan.
Gibran mengatakan pemerintah harus terbuka terhadap penilaian publik, termasuk laporan yang dirilis Celios bersama Kabinet Bayangan pada Minggu, 11 Oktober. Dalam laporan itu, Gibran mendapat penilaian 4,9 dari masyarakat umum dan 2,2 dari kalangan ahli. Menurut dia, setiap kritik semestinya diterjemahkan menjadi pembenahan kebijakan dan pembenahan cara kerja birokrasi agar manfaat program lebih terasa di tengah masyarakat.
“Bagi saya, semua itu adalah bagian dari demokrasi sekaligus bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus memperbaiki diri,” kata Gibran, dikutip dari Antara. Ia juga menekankan bahwa pemerintah tidak cukup hanya membuat kebijakan, tetapi harus memastikan pelaksanaannya benar-benar menjawab persoalan warga di lapangan. Karena itu, evaluasi disebutnya perlu menyentuh substansi kebijakan sekaligus mekanisme kerja aparatur.
Di sisi lain, kritik Celios terhadap sejumlah pejabat kabinet juga memunculkan reaksi dari politikus Partai Golkar. Ketua DPD Golkar DKI Jakarta Ahmed Zaki Iskandar menilai hasil penilaian yang menyebut Bahlil Lahadalia berkinerja buruk tidak menggambarkan kondisi nyata di lapangan. Menurut dia, selama memimpin Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil justru menunjukkan banyak langkah yang dinilai penting bagi ketahanan energi nasional.
Zaki menyebut salah satu capaian yang paling terlihat adalah kemampuan menjaga ketersediaan bahan bakar minyak di seluruh wilayah Indonesia. Selain itu, ia menyoroti upaya peningkatan lifting minyak melalui inovasi dan perbaikan birokrasi. Dalam pandangannya, kebijakan itu memperlihatkan bahwa Kementerian ESDM bekerja aktif menghadapi tantangan energi yang kompleks, termasuk tekanan dari situasi ekonomi global.
“Menahan harga BBM subsidi di tengah fluktuasi ekonomi global. Harga BBM subsidi di dalam negeri berhasil dijaga agar tidak naik,” ujar Zaki. Ia menambahkan, stabilitas harga tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah masih mampu melindungi daya beli masyarakat. Zaki juga menegaskan bahwa sampai akhir Desember, harga BBM subsidi dipastikan tidak naik karena stok dan bahan baku dinilai aman.
Selain itu, Zaki memuji langkah Bahlil yang dinilai agresif menjalin komunikasi dengan negara sahabat dan pelaku industri minyak dunia untuk mengamankan pasokan. Ia berharap publik menilai kinerja kementerian secara lebih utuh, dengan memperhatikan hasil kerja yang sudah dirasakan masyarakat, bukan hanya angka-angka survei. Perdebatan ini menunjukkan bahwa laporan evaluasi Celios tidak hanya memicu respons dari Istana, tetapi juga memunculkan pembelaan dari partai pendukung pemerintah terhadap kinerja salah satu menterinya.










Discussion about this post