Pengusaha teknologi Elon Musk dilaporkan mengucurkan 366 juta dolar AS atau sekitar Rp6,56 triliun untuk mendukung Partai Republik sejak tahun lalu, dengan porsi terbesar dibelanjakan menjelang pemilu sela Amerika Serikat. Dana itu mengalir saat Partai Republik berupaya mempertahankan kursi di tengah merosotnya popularitas Presiden Donald Trump dan kekhawatiran warga soal biaya hidup.
Laporan yang disorot The New York Times pada Senin, 12 Oktober 2026, menyebut Musk menghabiskan 276 juta dolar AS atau setara Rp4,94 triliun sejak Juli saja. Dari jumlah itu, 158 juta dolar AS atau sekitar Rp2,83 triliun diarahkan ke sebuah super PAC yang berfokus pada kandidat Senat Partai Republik. Dengan skala belanja tersebut, Musk disebut menjadi penyumbang individu terbesar sepanjang tahun ini.
Komite aksi politik milik Musk, America PAC, membenarkan total pengeluaran itu. Juru bicara komite, Andrew Romeo, mengatakan dana besar tersebut diperlukan untuk mencegah DPR dan Senat jatuh ke tangan Demokrat. Dalam keterangannya kepada The New York Times, Romeo menyebut dukungan itu memberi Partai Republik ruang untuk menggelar kampanye yang kompetitif menghadapi lawan politik mereka.
Keterlibatan Musk di arena politik bukan hal baru. Tahun lalu, ia sempat tercatat sebagai penasihat khusus pemerintah di Gedung Putih. Pada Mei, Musk juga pernah mengatakan akan mengurangi aktivitas politik di Amerika Serikat karena merasa sudah “cukup bertindak” dan tidak berniat lagi mengeluarkan dana dalam jumlah besar. Namun, pernyataan itu tak menghentikan aliran uangnya ke sejumlah agenda politik.
Nama Musk belakangan makin sering dikaitkan dengan dukungan terhadap kelompok sayap kanan di luar negeri. Di Jerman, sejumlah politisi menuduhnya ikut mencampuri pemilu nasional setelah ia menjadi pendukung vokal Alternative for Germany atau AfD. Partai tersebut kerap dikritik karena sikapnya terhadap isu imigrasi dan sejumlah persoalan sosial lainnya.
Pemilu sela AS sendiri akan berlangsung pada 3 November dan menentukan banyak jabatan penting di tingkat negara bagian dan lokal. Hasilnya juga akan memengaruhi peta kekuasaan di Kongres, yang saat ini dikuasai Partai Republik di DPR maupun Senat. Di sisi finansial, kubu Republik masih unggul berkat dukungan kelompok seperti MAGA Inc., super PAC pro-Trump yang pada Agustus disebut memiliki cadangan dana 416 juta dolar AS atau sekitar Rp7,45 triliun.
AdImpact melaporkan kelompok itu telah menghabiskan 22 juta dolar AS atau sekitar Rp394,09 miliar dalam sebulan terakhir untuk pertarungan kursi Senat di Texas. Meski begitu, Partai Demokrat menilai uang besar tidak otomatis bisa menutup ketidakpuasan publik terhadap Trump. Juru bicara Senate Majority PAC, Lauren French, mengatakan pihak Republik tampak ingin “membeli” pemilu, sementara Trump terus memperbanyak agenda kampanye melalui rangkaian rapat umum menjelang hari pemungutan suara.










Discussion about this post