Penampilan Calvin Verdonk bersama LOSC Lille dalam laga melawan Arsenal di Stadion Emirates pada Rabu (14/10/2026) dini hari WIB langsung menyita perhatian media Vietnam. Bek timnas Indonesia itu masuk pada menit ke-78 menggantikan Romain Perraud, tetapi momen singkat tersebut tetap tercatat penting karena menandai debutnya di Liga Champions Eropa.
Bagi sepak bola Indonesia, kehadiran Verdonk di kompetisi antarklub paling elite di Eropa itu menjadi tonggak baru. Pemain 29 tahun tersebut disebut sebagai pesepak bola Indonesia pertama yang tampil di Liga Champions, sehingga namanya ikut mendapat sorotan luas dari publik Asia Tenggara. Salah satu media Vietnam, TheThao247.vn, menilai langkah Verdonk sebagai babak baru dalam sejarah sepak bola Indonesia dan kawasan.
Media itu menulis bahwa Verdonk telah resmi menjadi pemain asal Asia Tenggara pertama yang berkompetisi di ajang klub paling prestisius di Eropa. Mereka juga memberi apresiasi terhadap kontribusinya di lapangan, meski hanya bermain sekitar 14 menit. Dalam periode singkat itu, Verdonk mencatat 16 sentuhan bola, membuat tiga tekel sukses, dan memenangkan tiga dari empat duel yang dihadapinya.
TheThao247.vn menilai aksi-aksi tersebut membantu Lille menjaga situasi tetap terkendali pada sisa pertandingan. Mereka menyebut performa Verdonk ikut mencegah timnya kebobolan lebih banyak gol setelah ia masuk ke lapangan. Pujian itu memperlihatkan bahwa debut singkat Verdonk bukan sekadar formalitas, melainkan memberi dampak nyata pada permainan Lille.
Selain membahas aksinya di Emirates, media Vietnam itu juga menyoroti perjalanan karier Verdonk yang ditempa di Belanda. Mereka mengingat bahwa sang bek tumbuh di akademi sepak bola Belanda dan pernah memperkuat tim U17 Belanda sebelum akhirnya memilih membela Indonesia mulai April 2024. Dari sudut pandang mereka, keputusan itu membuat Verdonk menjadi sosok yang membuka jalan bagi pesepak bola Asia Tenggara di panggung Eropa.
Dalam penutup ulasannya, TheThao247.vn menyebut penampilan Verdonk di Liga Champions bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga sumber inspirasi yang luas bagi sepak bola Asia Tenggara. Di saat yang sama, publik di kawasan ini juga diingatkan bahwa Verdonk bukan satu-satunya pemain Indonesia yang pernah merasakan atmosfer Liga Champions, karena Kevin Diks dan Emil Audero Mulyadi juga sempat tampil di ajang tersebut ketika belum menyandang status WNI.










Discussion about this post