Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih ke-7 pada Kamis, 1 Oktober 2026, di Jakarta. Pergantian itu menandai langkah baru bagi Dudung, yang belum genap enam bulan sebelumnya masih menjalankan tugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Sebelum masuk ke lingkaran istana, ia lebih dulu dikenal luas sebagai perwira tinggi TNI Angkatan Darat dengan karier panjang dan sederet jabatan strategis.
Dudung lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 19 November 1965. Masa kecil dan pendidikan dasarnya ia habiskan di kota kelahirannya, mulai dari SDN Patrakomala Bandung, SMP Kartika XIX-1 Bandung, hingga SMA Negeri 9 Bandung. Setelah menamatkan sekolah menengah, ia memilih jalur militer dan diterima di Akademi Militer, yang kemudian ia selesaikan pada 1988. Di luar pendidikan kemiliteran, Dudung juga menempuh jalur akademik formal hingga meraih gelar sarjana, magister, dan doktor di bidang ekonomi serta manajemen.
Riwayat pendidikannya tidak berhenti di situ. Ia memperoleh gelar S1 dari Universitas Krisnadwipayana Jakarta pada 2010, lalu melanjutkan ke jenjang S2 di STIE Makassar pada 2013, dan meraih doktor dari Universitas Trisakti. Pada 2023, Dudung juga dikukuhkan sebagai guru besar manajemen strategis di Sekolah Tinggi Hukum Militer AHM-PTHM. Selama bertugas di lingkungan TNI, ia mengikuti berbagai pendidikan militer dan kepemimpinan, termasuk Sesarcabif, Diklapa I, Dik Para, Diklapa II, Seskoad, Susdanyon, Susdandim, Sesko TNI, serta Lemhannas PPRA 52.
Karier militernya dimulai di kecabangan infanteri TNI Angkatan Darat setelah lulus dari Akmil. Dari sana, Dudung menempati sejumlah posisi penting, seperti Komandan Rindam II/Sriwijaya, Wakil Gubernur Akmil, dan Gubernur Akmil. Namanya kemudian semakin menonjol ketika dipercaya menjadi Panglima Kodam Jaya pada 2020–2021. Setelah itu, ia mendapat promosi ke jabatan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Pangkostrad, sebelum akhirnya duduk di posisi tertinggi di lingkungan TNI AD.
Jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat diemban Dudung pada periode 2021–2023. Dalam masa itu, ia menjadi pucuk pimpinan TNI AD dan ikut terlibat dalam pengambilan kebijakan strategis bidang pertahanan. Setelah pensiun dari dinas aktif, perannya belum berakhir. Pemerintah kemudian memberinya kepercayaan sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional pada 2024.
Peralihan dari jabatan militer ke posisi sipil di pemerintahan berlanjut ketika Presiden Prabowo menempatkannya di Kepala Staf Kepresidenan. Kini, setelah perombakan kabinet terbaru, Dudung kembali bergeser ke kursi yang lebih tinggi sebagai Menko Polkam. Perjalanan ini menunjukkan bagaimana seorang lulusan Akmil asal Bandung tersebut menempuh lintasan karier dari barak militer, masuk ke pusat pengambilan keputusan di istana, lalu naik ke salah satu pos koordinasi politik dan keamanan paling penting di pemerintahan.
Dengan latar pendidikan militer, pengalaman komando di berbagai satuan, serta riwayat penugasan di lingkungan kepresidenan, Dudung menjadi salah satu figur yang paling sering dipercaya mengisi posisi strategis. Pelantikan pada 1 Oktober 2026 sekaligus menambah daftar pergeseran jabatan yang ia alami dalam beberapa tahun terakhir, dari KSAD, penasihat presiden, KSP, hingga kini Menko Polkam.
Sumber: www.idntimes.com








Discussion about this post