klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Politik

Dadan Hindayana: Dari Pelantikan Jokowi ke Pencopotan Prabowo

Redaksi by Redaksi
6 Juni 2026 - 00:02
Reading Time: 5 mins read
0

Dadan Hindayana: Dari Kepala BGN yang Viral hingga Dicopot Presiden Prabowo

Sosok Dadan Hindayana pernah menjadi pusat perhatian publik saat menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ia ditunjuk langsung oleh Presiden Joko Widodo untuk memimpin lembaga yang baru dibentuk ini. Namun, masa jabatannya berakhir ketika Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk merombak kepemimpinan BGN, termasuk memberhentikan Dadan dan kedua wakilnya.

Dadan Hindayana dilantik pada Senin, 19 Agustus 2024, di Istana Negara, menjadikannya orang pertama yang menduduki pucuk pimpinan di Badan Gizi Nasional. Lembaga ini sendiri baru resmi dibentuk pada 15 Agustus 2024 melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024. Selama menjabat, Dadan kerap menjadi sorotan karena berbagai kebijakan dan pernyataan yang dikeluarkannya.

Kini, Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan memberhentikan Dadan Hindayana beserta dua wakilnya dari jabatan mereka di BGN. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Istana Negara pada Selasa, Juni 2026. Menurut Mensesneg, perombakan ini merupakan hasil evaluasi kinerja pimpinan BGN selama hampir satu setengah tahun masa pemerintahan berjalan.

Keputusan pergantian pimpinan BGN ini muncul di tengah berbagai sorotan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Terlepas dari konteks tersebut, mari kita telaah berbagai momen yang membuat Dadan Hindayana menjadi figur yang kontroversial selama memimpin Badan Gizi Nasional.

Deretan Kontroversi Dadan Hindayana

Selama masa kepemimpinannya, Dadan Hindayana beberapa kali mengeluarkan pernyataan dan mengeluarkan kebijakan yang memicu perdebatan publik. Berikut adalah beberapa momen yang paling disorot:

  1. Pernyataan tentang Konsumsi Susu 2 Liter per Hari untuk Anak
    Salah satu pernyataan Dadan yang paling viral adalah anjurannya agar anak-anak mengonsumsi susu sebanyak 2 liter per hari untuk menunjang pertumbuhan tinggi badan. Dadan bahkan membagikan pengalaman pribadinya, di mana kedua anak laki-lakinya memiliki tinggi badan di atas rata-rata, yaitu 181 cm dan 185 cm, berkat konsumsi susu 2 liter setiap hari sejak kecil hingga bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

    “Jadi tinggi badan bukan cuma masalah genetik, tapi juga asupan gizi yang cukup dan seimbang,” ujar Dadan saat peluncuran pembangunan 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bangkalan, Jawa Timur, pada Senin, 26 Mei 2025.
    Pernyataan ini sontak menuai kontroversi. Dokter ternama, Tan Shot Yen, dengan tegas menyatakan bahwa klaim Dadan tersebut tidak berdasar. Melalui unggahan Instagram Story, Tan mengomentari pernyataan Dadan dengan singkat namun tajam: “S-E-S-A-T!!!!!”.

    Buy JNews
    ADVERTISEMENT
  2. Serangga sebagai Sumber Protein dalam Program MBG
    Ide Dadan untuk memasukkan serangga, seperti ulat sagu, sebagai salah satu sumber protein dalam komposisi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mengundang perhatian. Dadan berargumen bahwa serangga yang bergizi tinggi dan dikonsumsi oleh masyarakat lokal bisa menjadi pilihan menu MBG di daerah-daerah tertentu.
    Ia menjelaskan bahwa BGN tidak menetapkan standar menu nasional, melainkan standar komposisi gizi. Hal ini memungkinkan variasi menu di setiap daerah, disesuaikan dengan potensi sumber daya lokal dan preferensi anak-anak setempat.
    “Itu salah satu contoh ya, kalau ada daerah-daerah tertentu yang terbiasa makan seperti itu, itu bisa menjadi menu di situ,” kata Dadan saat ditemui usai menghadiri Rapimnas Perempuan Indonesia Raya di Jakarta Selatan pada Sabtu, 25 Januari 2025.
    Ia menekankan bahwa peluang memasukkan menu lokal seperti serangga sangat berkaitan erat dengan komposisi protein di berbagai daerah yang bergantung pada potensi sumber daya lokal serta kesukaan masyarakat. Dadan meminta agar contoh tersebut tidak disalahartikan.

  3. Keterkaitan Gizi Pemain Sepak Bola Indonesia dengan Performa
    Kontroversi lain mencuat ketika Dadan mengaitkan kualitas gizi pemain sepak bola Indonesia dengan performa mereka di lapangan. Ia menyatakan bahwa kurangnya gizi yang baik menjadi salah satu alasan mengapa Tim Nasional Sepak Bola Indonesia kesulitan meraih kemenangan.
    “Jangan heran kalau PSSI sulit menang karena main 90 menit berat. Kenapa? Karena gizinya tidak bagus dan banyak pemain bola lahir dari kampung,” ujarnya di Jakarta pada Minggu, 23 Maret 2025.
    Pernyataan ini mendapat respons keras dari Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani. Ia menyayangkan pernyataan Dadan yang dianggap terlalu berlebihan dalam menyangkutpautkan isu PSSI dengan makanan bergizi, apalagi sampai menyatakan bahwa pemain Indonesia kurang makan bergizi.

  4. Kasus Keracunan dalam Program MBG
    Sejumlah kasus keracunan makanan yang dilaporkan terjadi dalam pelaksanaan Program MBG menimbulkan sorotan tajam terhadap Badan Gizi Nasional. Selain masalah teknis pelaksanaan, muncul polemik terkait pernyataan Dadan mengenai statistik kejadian tersebut.
    Dadan pernah menyebut bahwa kasus keracunan MBG hanya menimpa sebagian kecil dari siswa sekolah. Pernyataan ini dianggap tidak sensitif dan menciderai kekhawatiran orang tua mengenai kualitas makanan dalam program tersebut.
    Koalisi Kawal Pendidikan Jakarta mengecam pernyataan Dadan, menilai ia tidak peka terhadap isu kualitas makanan dalam program MBG. “Cerita soal keracunan dibecandakan dengan bilang, ‘itu kan cuma sebagian kecil anak-anak yang keracunan’. Itu pernyataan yang sangat luar biasa bodoh dan tidak bertanggung jawab,” ujar anggota Koalisi, Irwan Aldrin, dalam sebuah diskusi di Jakarta Selatan pada Selasa, 29 April 2025. Menurutnya, penderitaan anak-anak tidak seharusnya direduksi menjadi angka statistik semata.

  5. Pengadaan Motor Operasional MBG
    Sebuah video yang menampilkan sejumlah sepeda motor berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) sempat viral di media sosial, memicu berbagai spekulasi. Dadan menjelaskan bahwa pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 dan ditujukan untuk mendukung operasional Program MBG, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

    “Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan di Jakarta pada Selasa, 7 April 2026. Ia merinci bahwa pengadaan ini sesuai dengan mekanisme Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 84 Tahun 2025, di mana pembayaran dilakukan dalam dua tahap. Hingga akhir masa pemberian kesempatan pada 20 Maret 2026, penyedia hanya mampu menyelesaikan 85,01 persen dari unit yang dikontrakkan. Sisa dana yang tidak terpakai dikembalikan ke kas negara.

  6. Aktivitas Golf saat Terjadi Bencana
    Video yang memperlihatkan Dadan bermain golf saat sejumlah wilayah di Sumatra sedang dilanda banjir dan longsor sempat viral dan menuai kritik. Aktivitas tersebut dianggap menunjukkan kurangnya empati dari seorang pejabat publik.
    Dadan kemudian memberikan klarifikasi bahwa acara golf alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut sebenarnya bertujuan untuk menggalang dana bagi korban bencana. Ia mengklaim bahwa penggalangan dana tersebut berhasil mengumpulkan donasi ratusan juta rupiah, sebagian dialokasikan untuk korban banjir di Aceh.
    “Rp 450 juta (total donasi),” kata Dadan kepada media, Kamis, 18 Desember 2025. Dana tersebut terbagi untuk beasiswa dan bantuan korban banjir.

  7. Pengangkatan Pegawai SPPG Menjadi ASN
    Salah satu isu kontroversial lainnya selama Dadan menjabat adalah rencana pengangkatan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dadan menyebutkan bahwa pegawai SPPG yang memenuhi kualifikasi, seperti kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan, akan diangkat menjadi ASN PPPK.
    “Hampir seluruh kepala SPPG, ahli gizi, dan akuntan yang sudah lama beroperasi nanti akan jadi ASN PPPK per tanggal 1 Februari,” kata Dadan pada Senin, 19 Januari 2026. Sementara itu, pegawai inti SPPG yang baru bergabung akan menunggu giliran untuk diangkat menjadi ASN.

Alasan Perombakan Pimpinan BGN

Pencopotan Dadan Hindayana beserta kedua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya, dari Badan Gizi Nasional merupakan keputusan yang diambil setelah melalui proses monitoring dan evaluasi yang panjang. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa keputusan ini didasari oleh sejumlah catatan penting selama hampir satu setengah tahun terakhir.

“Tentunya selama 1 setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki,” ujar Prasetyo Hadi.

Beberapa pertimbangan utama yang diungkapkan Mensesneg meliputi:

  • Kedisiplinan dalam Menjalankan SOP: Terdapat catatan mengenai kedisiplinan dalam menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) tata kelola makanan.
  • Tata Kelola yang Baik: Masalah kedisiplinan juga mencakup pelaksanaan tata kelola yang baik secara keseluruhan.
  • Penjagaan Kualitas Makanan: Poin krusial lainnya adalah kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan, yang seharusnya telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional.

Perombakan ini diharapkan dapat membawa perbaikan dan memastikan bahwa program-program terkait gizi nasional berjalan sesuai dengan standar dan harapan masyarakat.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Elon Musk Jadi Donor Terbesar Partai Republik Jelang Pemilu Sela AS
Politik

Elon Musk Jadi Donor Terbesar Partai Republik Jelang Pemilu Sela AS

14 Oktober 2026 - 18:02
Prabowo Lepas Kepulangan El-Sisi di Halim, Tunjukkan Kedekatan RI-Mesir
Politik

Prabowo Lepas Kepulangan El-Sisi di Halim, Tunjukkan Kedekatan RI-Mesir

14 Oktober 2026 - 08:19
Denny Indrayana Akan Adukan KPU ke DKPP Terkait Dugaan Pasal Tersembunyi di PKPU 19/2023
Politik

Denny Indrayana Akan Adukan KPU ke DKPP Terkait Dugaan Pasal Tersembunyi di PKPU 19/2023

13 Oktober 2026 - 22:36
Ray Rangkuti Keluhkan Pembatasan Audiensi di DPR, Minta PKB Kawal Hak Angket Ijazah Gibran
Politik

Ray Rangkuti Keluhkan Pembatasan Audiensi di DPR, Minta PKB Kawal Hak Angket Ijazah Gibran

13 Oktober 2026 - 19:57
MK Diuji soal Batas Pendidikan Capres-Cawapres, Pemohon Minta Aturan Lebih Tegas
Politik

MK Diuji soal Batas Pendidikan Capres-Cawapres, Pemohon Minta Aturan Lebih Tegas

13 Oktober 2026 - 12:53
MBS Dikabarkan Belum Izinkan Israel Ikut Serangan ke Houthi di Yaman
Politik

MBS Dikabarkan Belum Izinkan Israel Ikut Serangan ke Houthi di Yaman

13 Oktober 2026 - 09:21
Next Post
Persib Gagal Total: 3 Pemain Asing Kandas, 1 PHP, dan Jurnalis Asing Ungkap Rahasia

Persib Gagal Total: 3 Pemain Asing Kandas, 1 PHP, dan Jurnalis Asing Ungkap Rahasia

Tirta Satria Banyumas Diterpa Isu Miring: Rekrutmen dan Pengadaan Bermasalah

Tirta Satria Banyumas Diterpa Isu Miring: Rekrutmen dan Pengadaan Bermasalah

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com