JAKARTA – Band punk rock asal Bogor, The Jansen, semakin dekat dengan peluncuran album keempat mereka yang berjudul Romantisasi Impulsif. Album ini sekaligus menjadi penutup dari sebuah trilogi yang dimulai dari Banal Semakin Binal (2022) dan Durja Bersahaja (2024).
Dalam album Romantisasi Impulsif, The Jansen yang kini beranggotakan Cinta Rama Bani Satria (Bani) dan Adji Pamungkas, menyajikan 12 lagu rock alternatif yang penuh nuansa sinematik.
“Album Romantisasi Impulsif rencananya akan dirilis pada tanggal 22 Juli 2026,” ujar Adji Pamungkas saat berbincang di kawasan Blok M, Jakarta Selatan pada Senin (25/5).
Menjelang peluncuran album tersebut, The Jansen telah melepas single perdana mereka, Bila Cinta Adalah Sebuah Propaganda (Wo Ai Ni), beberapa pekan lalu. Perilisan lagu ini disertai dengan video lirik yang dikemas dengan konsep menarik ala film Hong Kong dari dekade 90-an.
Selain itu, lirik Bila Cinta Adalah Sebuah Propaganda (Wo Ai Ni) ditampilkan dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Lagu ini menjadi pembuka bagi pendengar untuk mulai mengenal dan menerka arah musikal The Jansen pada album Romantisasi Impulsif.
“Ini pertama kalinya The Jansen membuat sebuah lagu cinta,” jelas Adji Pamungkas.
Sebelumnya, The Jansen dikenal dengan lagu-lagu bertema sosial, kegelisahan eksistensial, atau romantisme yang dibungkus kepahitan. Kini, melalui Bila Cinta Adalah Sebuah Propaganda (Wo Ai Ni), band yang terbentuk sejak 2015 ini secara terbuka menulis tentang jatuh cinta, kerentanan, dan kontradiksi perasaan, lengkap dengan embel-embel Wo Ai Ni (bahasa Mandarin) yang manis sekaligus ironis.
“Meski ini lagu cinta, kami memberi perspektif yang berbeda. Bagaimana cara cinta bekerja di tengah kemiskinan yang mengintai?” tambahnya.
Setelah peluncuran Bila Cinta Adalah Sebuah Propaganda (Wo Ai Ni), The Jansen bersiap merilis album Romantisasi Impulsif pada 22 Juli 2026 di platform musik digital.
The Jansen juga bekerja sama dengan dua label dari dua negara berbeda untuk mencetak album format fisik. CD dan vinyl akan dirilis oleh P-Vine Records, label legendaris asal Jepang yang dikenal sebagai rumah bagi berbagai musisi indie dan alternatif.
Sementara itu, edisi kaset bakal diproduksi oleh Miles Records, label asal Malaysia yang aktif merilis musik-musik underground dan eksperimental di wilayah Asia Tenggara.
Lewat Bila Cinta Adalah Sebuah Propaganda (Wo Ai Ni), The Jansen siap melanjutkan perjalanan lebih jauh.
The Jansen sudah memulai perjalanan dari EP From Bogor to Japan (2016), album Present Continuous (2017), Say Say Say (2019), hingga terobosan besar Banal Semakin Binal (2022) yang merambah berbagai kalangan dan meraih kategori Album Rock Terbaik di AMI Awards 2023.
Dua tahun lalu, The Jansen merilis Durja Bersahaja (2024) dengan pendekatan berbeda: lo-fi, vokal Bani yang sengaja ditenggelamkan, dan reverb basah yang sempat mengejutkan para pendengar.










Discussion about this post