Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) menjatuhkan sanksi skorsing sementara kepada Cristiano Ronaldo setelah sang kapten meninggalkan kamp tim nasional di Kopenhagen menjelang laga melawan Denmark pada 29 September lalu. Keputusan itu diambil karena tindakan tersebut dinilai melanggar aturan disiplin timnas, meski hukuman masih berstatus provisional suspension.
Dalam ketentuan disiplin FPF pada pasal 160, pemain yang pergi atau absen dari aktivitas tim nasional tanpa alasan yang sah dapat dikenai larangan bermain selama satu hingga enam bulan. Selain skorsing, regulasi itu juga membuka kemungkinan adanya denda. Posisi Ronaldo sebagai kapten membuat kasus ini dipandang lebih serius oleh federasi.
Ronaldo sendiri mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Pengakuan itu menjadi salah satu alasan yang dapat meringankan hukuman, sehingga sanksi berpeluang dipangkas hingga separuh dari ancaman awal. Dalam pernyataannya yang dimuat laman resmi FPF, pemain berusia 39 tahun itu menyebut dirinya memahami konsekuensi dari tindakannya.
“Saya paham ada konsekuensi dari tindakan saya. Saya yakin hukuman tersebut pasti berat. Saya bukan pemain sembarangan. Saya adalah kapten tim dan itu merupakan faktor memberatkan,” kata Ronaldo. Ia menegaskan bahwa statusnya sebagai pemimpin skuad membuat keputusan tersebut punya bobot tambahan di mata federasi.
Masalah ini bermula setelah Ronaldo tidak masuk susunan starter saat Portugal menghadapi Norwegia pada 28 September. Setelah mengetahui dirinya juga tidak diturunkan sejak awal ketika Portugal bertemu Denmark pada 2 Oktober, penyerang Al-Nassr FC itu memilih meninggalkan pemusatan latihan. Keputusan tersebut kemudian memicu reaksi keras dari federasi dan memunculkan sanksi disiplin.
Ronaldo juga menyoroti hubungan dengan pelatih Jorge Jesus. Ia menuduh sang pelatih dua kali tidak menepati janji soal waktu bermain dan menyebutnya sebagai “pelanggaran kepercayaan absolut”. Persoalan itu menambah sorotan terhadap situasi internal timnas Portugal di tengah persiapan menghadapi agenda kompetitif berikutnya.










Discussion about this post