klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Olahraga

Pemain Laos Soukphachan Lueanthala Ditahan dalam Penyelidikan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

by
9 Oktober 2026 - 12:55
Reading Time: 2 mins read
0
Pemain Laos Soukphachan Lueanthala Ditahan dalam Penyelidikan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Seorang pemain tim nasional Laos, Soukphachan Lueanthala, dilaporkan ditahan aparat terkait dugaan pengaturan pertandingan di Piala AFF 2026. Kasus ini mencuat setelah Federasi Sepak Bola Laos (LFF) menyerahkan laporan tentang dugaan suap, perjudian ilegal, dan manipulasi laga kepada kepolisian. Hingga kini, LFF maupun polisi Laos belum mengumumkan penangkapan itu secara resmi, tetapi The Guardian melaporkan bahwa Lueanthala sudah berada dalam tahanan.

Lueanthala adalah pemain sayap yang tampil untuk Laos di turnamen tersebut dan juga membela klub Salavan United di liga domestik. Mengutip laporan Ed Aarons dan Romain Molina, The Guardian menyebut pemain itu diduga ikut menjalankan operasi pengaturan pertandingan atas nama jaringan taruhan yang diyakini berasal dari Vietnam. Sejumlah sumber yang mengetahui perkara ini mengatakan, ia diduga berperan sebagai penghubung sekaligus memberi arahan kepada pemain lain yang terlibat.

Penahanan tersebut disebut terjadi setelah beberapa pemain Laos diperiksa polisi. Pemeriksaan berlangsung usai skuad pulang dari laga terakhir fase grup melawan Myanmar pada awal Agustus 2026. Sebelumnya, pada 7 Agustus, LFF menyatakan telah membuka penyelidikan atas dugaan manipulasi pertandingan sebelum kemudian menyerahkannya ke pihak berwenang untuk diproses lebih lanjut.

Kasus ini muncul di tengah performa buruk Laos di Piala AFF 2026. Tim asuhan pelatih asal Serbia, Vladica Grujic, menelan kekalahan besar sepanjang fase grup, yakni 2-7 dari Myanmar, 0-5 dari Thailand, 0-4 dari Malaysia, dan 1-4 dari Filipina. Dari seluruh hasil itu, salah satu cuplikan pertandingan melawan Malaysia ikut ramai dibicarakan di media sosial karena memperlihatkan momen yang dianggap janggal saat kiper Laos dinilai tidak bereaksi serius terhadap bola hasil tendangan bebas dari luar kotak penalti.

Di sisi lain, kasus ini menambah panjang daftar persoalan integritas yang pernah menimpa sepak bola Laos. Pada 2020, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi seumur hidup kepada Thipphonexay Inthavongsa setelah ia terbukti bersekongkol untuk memanipulasi hasil pertandingan internasional melawan Hong Kong pada 2017. Hingga saat ini, AFC belum merespons permintaan keterangan dari The Guardian soal dugaan terbaru tersebut, termasuk kemungkinan membantu proses penyelidikan otoritas Laos.

Sumber yang memiliki pengalaman lama dalam sepak bola Laos menilai praktik pengaturan skor sudah menjadi masalah berulang dan diduga tak hanya melibatkan pemain, tetapi juga bisa menjangkau pihak lain. Ia menyoroti kondisi ekonomi pemain yang dianggap membuat mereka rentan. Menurut sumber itu, hingga tahun lalu pemain timnas Laos hanya menerima 10 dolar AS per hari, atau sekitar Rp179 ribu. Ia juga menyebut ada pemain yang pernah mengaku mengatur tiga pertandingan dengan bayaran 10 ribu dolar AS per laga, meski klaim itu belum bisa diverifikasi secara independen.

“Ada begitu banyak bakat. Mereka pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari ini,” kata sumber tersebut kepada The Guardian. Pernyataan itu menggambarkan kekhawatiran bahwa dugaan pengaturan skor tidak hanya merusak hasil pertandingan, tetapi juga menghambat perkembangan sepak bola Laos. Di tengah sorotan publik, kasus ini kembali menegaskan pentingnya penegakan aturan yang transparan untuk menjaga kepercayaan terhadap kompetisi di Asia Tenggara.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
ShareTweetSend

Related Posts

Messi Diganjar Status Anggota Kehormatan River Plate di Monumental
Olahraga

Messi Diganjar Status Anggota Kehormatan River Plate di Monumental

9 Oktober 2026 - 12:55
Haaland Minta City Tetap Kompak di Tengah Kasus Pelanggaran Aturan Finansial
Olahraga

Haaland Minta City Tetap Kompak di Tengah Kasus Pelanggaran Aturan Finansial

9 Oktober 2026 - 06:55
Persib Bandung Tantang Port FC di Laga Pembuka ACC Shopee Cup 2026/2027
Olahraga

Persib Bandung Tantang Port FC di Laga Pembuka ACC Shopee Cup 2026/2027

9 Oktober 2026 - 04:55
Timnas U-17 Indonesia Tuntaskan Uji Coba di Bahrain Tanpa Kekalahan, Menang 9-0 di Laga Kedua
Olahraga

Timnas U-17 Indonesia Tuntaskan Uji Coba di Bahrain Tanpa Kekalahan, Menang 9-0 di Laga Kedua

8 Oktober 2026 - 20:57
Lamine Yamal Ukir Rekor Baru, Lampaui Catatan Messi dan Ronaldo Saat Seusianya
Olahraga

Lamine Yamal Ukir Rekor Baru, Lampaui Catatan Messi dan Ronaldo Saat Seusianya

8 Oktober 2026 - 08:55
Taisei Marukawa Tunggu Persetujuan Naturalisasi, Bidik Peluang Bela Timnas Indonesia
Olahraga

Taisei Marukawa Tunggu Persetujuan Naturalisasi, Bidik Peluang Bela Timnas Indonesia

8 Oktober 2026 - 06:55
Next Post
Dukung Kepastian Hukum Dunia Usaha, Polri Perketat Pemberantasan Premanisme dan Pungli di Sektor Investasi

Dukung Kepastian Hukum Dunia Usaha, Polri Perketat Pemberantasan Premanisme dan Pungli di Sektor Investasi

Serap Aspirasi Warga Sungai Beduk, Wako Amsakar Achmad Paparkan Capaian SDM dan Solusi Lahan Makam

Serap Aspirasi Warga Sungai Beduk, Wako Amsakar Achmad Paparkan Capaian SDM dan Solusi Lahan Makam

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com