Vinicius Junior mengakui kegagalan Brasil di Piala Dunia FIFA 2026 ikut memengaruhi penampilannya saat kembali membela tim nasional. Penyerang Real Madrid itu mengatakan dirinya masih dalam proses memulihkan rasa percaya diri setelah timnya tersingkir lebih cepat dari yang diharapkan. Ia menyampaikan hal tersebut dalam laporan Bein Sports pada Jumat, 2 Oktober.
Menurut Vinicius, dampak dari hasil mengecewakan di turnamen besar tidak hilang begitu saja. Ia menilai perlu waktu untuk kembali tampil lepas dan menemukan level permainan terbaik setelah melewati kekecewaan yang berat. Situasi itu, kata dia, ikut terbawa ke pertandingan-pertandingan berikutnya bersama Brasil.
Namun, ada momen yang sedikit meringankan beban sang penyerang. Saat Brasil menang 4-2 atas Australia dalam laga persahabatan, Vinicius mencetak gol dari titik putih. Eksekusi penalti itu sekaligus mengakhiri puasa golnya bersama tim nasional dan memberinya dorongan penting untuk kembali bangkit.
Menariknya, kesempatan tersebut diberikan oleh Bruno Guimaraes. Gelandang Brasil itu memilih menyerahkan penalti kepada Vinicius karena memahami rekan setimnya sedang membutuhkan dorongan mental. Keputusan itu berbuah positif, sebab Vinicius berhasil menuntaskan tugasnya dan membawa pulang momen yang bisa menjadi pijakan untuk memulai kembali.
Dukungan untuk Vinicius juga datang dari pelatih Brasil, Carlo Ancelotti. Sang pelatih tetap menilai pemain berusia 25 tahun itu sebagai sosok penting dalam struktur permainan tim. Di tengah sorotan terhadap performanya, Ancelotti disebut terus memberi kepercayaan agar Vinicius bisa keluar dari periode sulit yang sedang dijalaninya.
Bagi Vinicius, gol ke gawang Australia bukan hanya soal statistik. Lebih dari itu, ia berharap momen tersebut menjadi titik balik setelah rangkaian hasil yang membuatnya terbebani secara mental. Kini, fokusnya adalah meninggalkan kegagalan di Piala Dunia dan kembali menampilkan permainan yang selama ini membuatnya menjadi andalan Brasil dan Real Madrid.










Discussion about this post