JAKARTA — Sehari setelah resmi memimpin Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Suyudi Ario Seto langsung mengeluarkan perombakan besar di jajaran perwira tinggi. Pada Jumat (2/10), Polri merotasi 19 kepala kepolisian daerah di berbagai wilayah, termasuk Polda Bali, dalam langkah yang disebut sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier.
Juru Bicara Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menjelaskan bahwa pergantian jabatan di tubuh kepolisian merupakan mekanisme rutin yang disesuaikan dengan kebutuhan institusi. Menurut dia, langkah tersebut juga dimaksudkan untuk menjaga ritme kerja organisasi agar tetap berjalan efektif. “Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (3/10).
Keputusan itu tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026. Dari daftar yang diumumkan, sejumlah daerah strategis ikut terdampak. Irjen Dadang Hartanto kini ditunjuk memimpin Polda Metro Jaya, sedangkan posisi Kapolda Jawa Timur diberikan kepada Irjen Dekananto Eko Purwono yang sebelumnya menjabat Wakapolda DKI Jakarta.
Perubahan menarik juga terjadi di Bali. Jabatan Kapolda Bali kini diisi Brigjen Pasma Royce, yang sebelumnya menjabat Wakapolda Jawa Timur. Ia menggantikan Irjen Daniel Adityajaya, yang dipindahkan menjadi Pati Bareskrim untuk penugasan di luar struktur Polri. Selain itu, beberapa daerah lain ikut mengalami pergantian pimpinan, antara lain Polda Maluku, Kepulauan Riau, Riau, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, Jambi, Gorontalo, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Rotasi tidak hanya menyasar para kapolda. Di level pejabat utama Mabes Polri, ada 14 personel yang memperoleh jabatan baru. Komjen Asep Edi Suheri ditetapkan sebagai Irwasum Polri, Irjen Dedy Kusuma Bakti menjadi Kabaintelkam Polri, dan Irjen Asep Safrudin menduduki kursi Kabareskrim Polri. Sejumlah posisi penting lain juga berganti, termasuk Kabaharkam Polri, Kalemdiklat Polri, Astamarena Kapolri, Aslog Kapolri, hingga Kadivpropam Polri dan Kadiv TIK Polri.
Di jajaran lain, Brigjen Tubagus Ami Prindani dipercaya memimpin Densus 88 Antiteror Polri sebagai Kadensus 88, sementara Irjen Ahrie Sonta N menjabat Kadivkum Polri. Posisi Kakortastipidkor Polri diisi Irjen Arie Ardian Rishadi, dan Kombes Didik Hariyanto mendapat tugas sebagai Koorspripim Polri. Selain mutasi jabatan, keputusan ini juga mencakup kenaikan pangkat bagi 21 personel serta penyesuaian jenjang jabatan untuk sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah lainnya.
Johnny menegaskan, para pejabat yang mendapat mandat baru diharapkan segera beradaptasi dengan lingkungan tugas masing-masing. Ia meminta mereka meneruskan program yang sudah berjalan sambil memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Setiap personel yang mendapat amanah jabatan baru tentu diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” katanya.










Discussion about this post