Manchester City tengah menghadapi fase paling genting dalam sejarah modern klub setelah panel independen Premier League dilaporkan menyatakan mereka bersalah atas hampir seluruh dari 115 dakwaan pelanggaran aturan keuangan. Jika putusan itu bertahan dalam proses hukum, klub asal Etihad bisa menerima hukuman mulai dari denda besar, pengurangan poin, suspensi, sampai kemungkinan dikeluarkan dari kompetisi. Kasus ini bukan hanya menyangkut nasib City, tetapi juga kredibilitas Premier League, masa depan Pep Guardiola, dan status trofi yang diraih klub dalam satu dekade terakhir.
Menurut laporan Reuters, sanksi yang mungkin dijatuhkan tidak terbatas pada denda. Regulasi liga memberi ruang bagi panel untuk menentukan hukuman lain yang dinilai sesuai, sehingga opsi yang terbuka jauh lebih luas. Karena tuduhan itu mencakup periode panjang, yakni sembilan musim dari 2009 hingga 2018, ancaman yang paling nyata adalah pengurangan poin dalam skala besar. Dalam perhitungan kasar, hukuman semacam itu dapat langsung mengubah Manchester City dari penantang gelar menjadi tim yang harus memikirkan keselamatan dari degradasi.
Pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire menilai preseden yang ada bisa menjadi acuan. Ia merujuk pada kasus Everton dan Nottingham Forest, yang masing-masing terkena pengurangan enam dan empat poin untuk pelanggaran dalam rentang waktu lebih pendek. Maguire mengatakan, “Jika kita melihat preseden yang ada, terdapat kasus Everton dan Nottingham Forest yang masing-masing dikenai pengurangan enam dan empat poin akibat satu pelanggaran yang mencakup periode tiga tahun.” Ia lalu menambahkan, “Menurut saya, Anda perlu menambahkan angka nol pada angka yang kita lihat terkait kasus Forest dan Everton; jadi, pengurangan poin di kisaran 40 hingga 60 poin akan sangat masuk akal dan konsisten dengan keputusan-keputusan sebelumnya.”
Jika skenario itu benar-benar terjadi, posisi City bisa terguncang hebat. Musim sebelumnya mereka finis di urutan kedua dengan 78 poin, sehingga potongan 40 poin saja akan membuat mereka melorot hingga area papan bawah klasemen. Namun, degradasi otomatis tidak semudah itu terjadi hanya lewat pengurangan poin, karena Premier League dan Championship berada dalam struktur yang berbeda. Yang lebih ekstrem adalah kemungkinan Premier League mengeluarkan City, lalu English Football League menentukan apakah klub itu masuk kembali ke piramida sepak bola Inggris dan ditempatkan di level mana.
Proses menuju kepastian tampaknya masih panjang. Reuters menyebut investigasi terhadap perkara ini sudah berjalan empat tahun sebelum dakwaan diumumkan pada Februari 2023. Karena City hampir pasti akan mengajukan banding, ketidakpastian bisa bertahan lama, bahkan melewati berakhirnya musim. Seorang sumber sepak bola yang mengetahui proses tersebut mengatakan secara anonim bahwa perkara ini diperkirakan akan “berlarut-larut”. Saat ini City berada dalam situasi menggantung, meski mereka sedang memimpin klasemen setelah meraih lima kemenangan beruntun.
Dampaknya juga menyentuh sejarah gelar klub. Dalam periode 2009 hingga 2018, Manchester City meraih tiga trofi Premier League dan tiga FA Cup, termasuk gelar yang diraih dengan menyalip Manchester United dan Liverpool. Pertanyaan kemudian muncul apakah trofi-trofi itu ikut dipersoalkan. Kasus Juventus dalam skandal Calciopoli sering dijadikan pembanding ekstrem, ketika klub Italia itu kehilangan dua gelar Serie A dan turun ke Serie B. Meski begitu, pencabutan gelar City belum tentu menjadi konsekuensi otomatis.
James Hill, direktur hukum Onside Law yang fokus pada regulasi olahraga, mengatakan kepada The Athletic, “Saya memperkirakan bahwa jika ada pengurangan poin, hal itu akan diberlakukan untuk ke depannya.” Ia juga menilai panel umumnya tidak menyukai penentuan gelar lewat proses pengadilan. Di tengah semua itu, posisi Guardiola ikut berada di bawah sorotan. Sebelumnya ia menegaskan kepercayaannya kepada klub dengan berkata, “Saya memercayai mereka.” Kini, setelah putusan bersalah dilaporkan muncul, tekanan terhadap City dan seluruh ekosistem di sekitarnya justru semakin besar.
Sumber: www.jawapos.com










Discussion about this post