Langkah Ganda Campuran Indonesia Terhenti di Babak Awal Indonesia Open 2026
Perhelatan akbar Indonesia Open 2026 yang diselenggarakan di Istora Senayan, Jakarta, telah memasuki fase kompetisi yang semakin sengit. Namun, bagi pasangan ganda campuran tuan rumah, Marwan Faza dan Aisyah Salsabila Putri Pranata, turnamen bergengsi BWF Super 1000 ini harus berakhir lebih cepat. Langkah mereka terhenti di babak pertama setelah takluk dari wakil Malaysia, Hoo Pang Ron dan Lai Pei Jing.
Pertarungan antara Marwan/Aisyah melawan Hoo/Lai berlangsung pada hari pembukaan turnamen. Sejak awal, kedua pasangan menunjukkan ambisi untuk melaju ke babak selanjutnya. Namun, dalam pertandingan yang memakan waktu 31 menit, Marwan/Aisyah harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 17-21 dan 9-21. Kekalahan dua gim langsung ini memastikan bahwa kiprah mereka di Indonesia Open 2026 telah resmi berakhir.
Gim Pertama yang Penuh Perjuangan
Gim pertama menyajikan persaingan yang ketat sejak shuttlecock pertama dipukul. Marwan/Aisyah dan Hoo/Lai saling kejar mengejar angka, menciptakan kedudukan yang imbang sebanyak enam kali. Pasangan Indonesia sempat mendapatkan momentum berharga setelah berhasil meraih dua poin beruntun, yang membuat mereka unggul sementara. Permainan Marwan/Aisyah, yang saat ini menempati peringkat ke-253 dunia, sempat menunjukkan performa yang baik dengan memanfaatkan beberapa kesalahan yang dibuat oleh lawan.
Namun, menjelang jeda interval pertama, kelengahan mulai terlihat dari kubu Marwan/Aisyah. Situasi ini mampu dimanfaatkan dengan cermat oleh pasangan Malaysia yang berada di peringkat ke-25 dunia. Hoo/Lai berhasil memanfaatkan momen tersebut untuk membalikkan keadaan dan memimpin pada interval pertama dengan skor 9-11, setelah mereka mencetak lima angka berturut-turut.
Selepas jeda, Marwan/Aisyah berusaha bangkit dengan mengambil inisiatif serangan. Mereka berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 10-11. Sebuah reli panjang yang terjadi, diakhiri dengan kegagalan dari Lai Pei Jing, kembali membuat kedudukan imbang. Meskipun demikian, Marwan/Aisyah masih kesulitan untuk mengendalikan jalannya pertandingan.
Amunisi dari Negeri Jiran semakin menunjukkan tajinya ketika Aisyah melakukan tangkisan yang kurang sempurna dalam upaya melindungi wilayah pertahanannya. Memasuki menit-menit akhir gim pertama, kedua pasangan ganda campuran ini menyajikan reli-reli yang intens dan menegangkan. Gim pertama akhirnya ditutup dengan kesalahan sendiri dari pasangan Hoo/Lai, yang memberikan kesempatan pertama bagi Marwan/Aisyah untuk meraih game point.
Namun, harapan tersebut harus pupus ketika Marwan melepaskan sebuah smash keras yang sangat akurat, yang berhasil menghentikan laju lawan. Sayangnya, momentum positif tersebut tidak bertahan lama. Marwan/Aisyah akhirnya harus merelakan gim pertama dengan skor 17-21 untuk keunggulan Hoo/Lai.
Gim Kedua: Tekanan Konsisten dari Pasangan Malaysia
Memasuki gim kedua, pasangan Hoo/Lai menampilkan awal yang solid dan tidak memberikan kesempatan bagi Marwan/Aisyah untuk mengembangkan permainan. Mereka berhasil mencetak empat poin beruntun, memanfaatkan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh pasangan tuan rumah. Meskipun Marwan sempat melakukan pengamatan yang baik untuk mencetak angka perdana bagi tim Merah Putih di gim kedua ini, permainan Marwan/Aisyah tidak kunjung berkembang.
Tekanan yang konsisten dari Hoo/Lai membuat pasangan Indonesia semakin tertekan. Akibatnya, pasangan Malaysia tersebut berhasil unggul jauh saat menutup interval pertama dengan skor telak 11-4.
Selepas jeda, kendali permainan sepenuhnya berada dalam genggaman Hoo/Lai. Mereka semakin tak terbendung dalam mengumpulkan poin demi poin. Di sisi lain, Marwan/Aisyah tampak kesulitan untuk memberikan perlawanan yang berarti. Mereka terus melakukan kesalahan-kesalahan yang sama dan pertahanan mereka terlihat kurang solid, terutama di masa-masa krusial pertandingan.
Meski sempat menunjukkan perlawanan di akhir gim, Marwan/Aisyah pada akhirnya harus mengakui keunggulan mutlak Hoo/Lai pada gim kedua. Skor akhir 21-9 menjadi penutup pertandingan yang menghentikan langkah mereka di Indonesia Open 2026.
Kekalahan ini tentu menjadi evaluasi penting bagi Marwan/Aisyah dan tim pelatih. Dengan pengalaman bertanding di turnamen sekelas BWF Super 1000, diharapkan mereka dapat memperbaiki performa dan kembali bangkit di ajang-ajang berikutnya. Dukungan dari publik tuan rumah di Istora Senayan memang terasa, namun konsistensi dan tekanan dari lawan yang lebih berpengalaman terbukti menjadi faktor penentu dalam pertandingan ini.








Discussion about this post