Tim bola voli Suwon Hyundai E&C Hillstate kini memiliki banyak pilihan baru setelah merekrut sejumlah pemain untuk menghadapi Liga Voli Korea 2026-2027.
Sejauh ini, tim asuhan Kang Sung-hyung telah mengumumkan empat pemain baru yang berpotensi menjadi bagian dari starting seven. Dua posisi pemain asing sudah diisi oleh Jordan Wilson sebagai outside hitter dan Megawati Hangestri Pertiwi sebagai opposite. Kedatangan Megawati menarik perhatian karena performa kuatnya selama dua musim memperkuat Daejeon JungKwanJang Red Sparks.
Pada musim 2024-2025, Hyundai Hillstate menjadi korban dari permainan Megawati dan Red Sparks. Tim asuhan Kang Sung-hyung harus berhenti di babak playoff, yang membuat ambisi mereka untuk mempertahankan gelar juara terhenti.
Selain itu, tim juga mendatangkan dua pemain lokal berpengalaman, yaitu Bae Yoo-na (middle blocker) dan Lee Han-bi (outside hitter). Bae Yoo-na, seorang veteran berusia 36 tahun, sebelumnya membela Gimcheon Korea Expressway Hi-Pass. Ia kemungkinan akan menggantikan peran Yang Hyo-jin, yang telah pensiun.
Sementara itu, Lee Han-bi adalah andalan Gwangju AI Peppers Savings Bank dalam beberapa musim terakhir. Dari pemain lama, Hyundai Hillstate mempertahankan setter andalan mereka, Kim Da-in, yang telah bergabung dengan tim sejak debutnya pada 2017.
Kim Da-in memilih tetap bertahan setelah tahun ini mendapat kesempatan untuk mengikuti bursa pemain free agent. Klub mempertahankannya dengan gaji baru sebesar 540 juta won atau sekitar 6,3 miliar rupiah per musim. Nominal ini menjadi yang terbesar di divisi putri Liga Voli Korea tahun ini.
“Rasa sayang, kebanggaan, dan rasa percaya diri saya terhadap tim sangat besar. Pihak klub juga banyak mendukung saya,” kata Kim Da-in.
“Saya juga banyak berdiskusi dengan pelatih. Beliau bukanlah tipe orang yang suka berbohong. Saya percaya pada pelatih.”
“Kami juga berbicara dengan jujur. Pihak manajemen juga sering menghubungi saya.”
“Rasanya ponsel saya hampir meledak. Karena mereka menunjukkan ketulusan sejauh itu, saya memutuskan untuk tetap bertahan,” ujar setter timnas Korea tersebut.
Kemampuan Kim Da-in sebagai pengumpan sudah diakui. Bagaimana tidak? Dia telah mengisi posisi setter dalam daftar Best 7 Liga Voli Korea sebanyak 4 kali dan termasuk dalam daftar musim lalu.
Musim depan, Kim menghadapi tantangan baru karena ada tiga pemukul baru, yaitu Jordan Wilson, Megawati Hangestri Pertiwi, dan Lee Han-bi. Sementara itu, outside hitter lainnya, Jeong Ji-yun, masih mengalami cedera.
“Tahun lalu pun kami memulai dengan sedikit tanda tanya. Yang terpenting, (Jeong) Ji-yun harus pulih dengan baik,” kata Kim.
“Ada banyak kombinasi pemain baru, dan kami harus memulai dari awal lagi, tetapi suasana dan identitas kami tidak pernah berubah dan tetap stabil.”
“Tahun ini, saya berharap saya dan tim dapat tumbuh bersama,” ujar pemain yang bermimpi untuk tampil di luar negeri itu.
Kim Da-in saat ini fokus mempersiapkan diri untuk agenda bersama timnas Korea Selatan. Setelah terdegradasi dari Volleyball Nations League, Korea harus merangkak lagi di AVC Cup 2026 pada 6-14 Juni mendatang.
Korea juga direncanakan tampil di AVC Asian Championship pada Agustus dan Asian Games Aichi-Nagoya pada September nanti.
“Kami tidak bisa lagi tampil di panggung dunia. Kami harus tampil sebaik mungkin di turnamen yang memberikan poin peringkat untuk menaikkan peringkat dunia.”
“Kejuaraan Asia juga menjadi ajang perebutan tiket Olimpiade. Ini juga merupakan kesempatan. Meskipun tidak mudah, kami harus berjuang sekuat tenaga,” ujarnya.










Discussion about this post