Kondisi Liga 1 Indonesia di Akhir Musim 2025-2026
Kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Indonesia, Liga 1 atau Super League 2025-2026, segera memasuki akhir musim. Dari total 34 pertandingan yang akan dilaksanakan, ke-18 tim peserta rata-rata telah memainkan 31 laga. Saat ini, persaingan untuk gelar juara sangat ketat antara tiga klub teratas.
Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda berada di posisi pertama dan kedua dengan masing-masing mengumpulkan 69 poin. Diikuti oleh Persija Jakarta yang berada di peringkat ketiga dengan 62 poin. Sementara itu, di papan bawah, PSBS Biak dari Papua dan Semen Padang FC asal Sumatera Barat sudah pasti terdegradasi ke Liga 2 musim depan. Satu lagi tim yang berpeluang turun ke Liga 2 adalah antara Persis Solo dan Madura United FC.
Untuk tim pengganti yang akan bergabung di Liga 1 musim depan, Garudayaksa FC sudah dipastikan lolos setelah menjadi juara Grup 1 atau wilayah Barat. Klub yang didirikan pada 4 Juni 2025 ini langsung promosi ke Liga 1 setelah menyelesaikan laga pamungkas pada Sabtu (2/5/2026). Selain Garudayaksa FC, Adhyaksa FC Banten juga berpeluang untuk ikut serta sebagai runner-up Grup 1. Mereka akan menghadapi peringkat kedua Grup 2, yaitu Persipura Jayapura.
Dengan hadirnya Garudayaksa FC, apalagi jika diikuti oleh Adhyaksa FC, maka Liga 1 akan semakin menarik. Pasalnya, Garudayaksa FC merupakan klub yang dimiliki oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Sedangkan Adhyaksa FC dikelola oleh Kejaksaan Republik Indonesia melalui Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja).
Sebelumnya, ada juga PS Tira (Persatuan Sepakbola Tentara Indonesia-Rakyat) yang pernah eksis, namun saat ini sedang terdampar di Liga 4, level terendah kompetisi sepak bola di Tanah Air.
Dana yang Dibutuhkan untuk Berlaga di Liga 1
Bertarung di Liga 1 membutuhkan dana yang cukup besar, yaitu ratusan miliar Rupiah untuk satu musim kompetisi yang berlangsung selama sekitar 9 bulan. Berdasarkan data Transfermarkt per 15 April 2026, nilai pasar tim Liga 1 tertinggi adalah Persib Bandung dengan angka sekitar Rp 144,44 miliar, sementara yang terendah adalah PSBS Biak dengan nilai Rp 40,41 miliar. Bhayangkara FC memiliki nilai pasar sebesar Rp 83,17 miliar di peringkat ke-9.
Nilai pasar ini merupakan akumulasi dari estimasi harga pasar seluruh pemain yang terdaftar dalam tim tersebut. Salah satu pemain termahal di Persib Bandung adalah Thom Haye, dengan kontrak satu musim senilai Rp 9 miliar. Dia digaji sekitar Rp 350 juta per bulan.
Sumber Pendanaan Klub Sepak Bola
Dana klub sepak bola berasal dari beberapa sumber, seperti hak siar televisi, sponsor (jersey/stadion), penjualan tiket pertandingan (matchday), komersial (merchandise), transfer pemain, dan subsidi dari liga, yaitu I League.
Untuk klub papan atas, pendapatan dari komersial dan hak siar bisa mencapai angka fantastis. Sementara itu, klub kecil sering kali bergantung pada investor atau donasi.
Dengan pengeluaran yang begitu besar, sangat disayangkan jika klub bola milik institusi pemerintah ikut bersaing dengan cara “buang uang”. Yang namanya klub profesional, tujuannya adalah mencari untung, baik melalui penjualan merchandise maupun tiket masuk pertandingan.
Peran Prestasi dan Suporter dalam Kesuksesan Klub
Untuk mendapatkan sponsor dan hak siar TV, tim harus berprestasi dan memiliki basis suporter yang cukup besar. Jika hal ini terpenuhi, sponsor dan hak siar TV akan datang secara beruntun.
Lihat saja jersey Persib Bandung dan Bali United FC yang penuh dengan logo berbagai merek di bagian depan, belakang, hingga lengan. Namun, di sisi lain, ada juga klub Liga 1 yang jersey-nya hampir polos. Lalu, dari mana mereka mendapatkan keuntungan?










Discussion about this post