Debut akting Azka Corbuzier di ranah internasional mendapat sambutan hangat saat film pendek Home, Almost tampil perdana di Urbanworld Film Festival 2026, New York, pada 15 Oktober 2026. Karya sutradara Tumpal Tampubolon itu tidak hanya menandai langkah awal Azka sebagai aktor di panggung dunia, tetapi juga membawa nama Indonesia ke hadapan penonton internasional.
Respons yang muncul seusai pemutaran terbilang kuat. Sejumlah penonton memberikan pujian, dan beberapa di antaranya bahkan terlihat menangis setelah film berakhir. Reaksi itu memperlihatkan bahwa cerita yang disajikan berhasil menyentuh emosi penonton, meski durasinya hanya 18 menit.
Salah satu aspek yang paling diapresiasi adalah cara film ini menyatukan pertarungan, drama lintas budaya, dan konflik dalam keluarga ke dalam satu alur yang padat. Unsur aksi di dalamnya tidak berdiri sebagai tontonan semata, melainkan berfungsi untuk memperkuat cerita tentang identitas, relasi keluarga, serta dorongan melindungi orang-orang terdekat.
Bagi Azka, karakter Darren menjadi tantangan awal yang penting. Peran itu menuntut kemampuan fisik sekaligus kedalaman emosi, sehingga debutnya tidak hanya bergantung pada adegan bergerak cepat, tetapi juga pada penghayatan terhadap konflik batin tokoh yang ia mainkan. Pemutaran di New York pun menjadi ajang perkenalan pertama Azka kepada penonton global melalui dua sisi kemampuan tersebut.
Home, Almost juga menampilkan latar keluarga Tionghoa-Indonesia dan mengangkat isu rasisme, sehingga menghadirkan cerita yang sangat spesifik secara budaya namun tetap dapat diikuti audiens dari berbagai latar belakang. Kombinasi itu membuat film ini tidak sekadar menonjolkan aksi, tetapi juga menawarkan pengalaman emosional yang dekat dengan persoalan sosial.
Di balik sambutan tersebut, ada kerja sama sejumlah nama di balik layar. Film ini dibintangi Azka Corbuzier bersama Verdi Solaiman dan Millo Taslim. Produksinya ditangani Aftersun Creative dan Dektos, dengan Annisa Adjam serta Pramudya Andika sebagai produser, sementara naskahnya ditulis oleh Kenneth Lisungan. Bagi tim, pemutaran perdana di Urbanworld Film Festival 2026 menjadi langkah awal yang berarti untuk memperkenalkan karya Indonesia kepada penonton dunia.









Discussion about this post