Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, membenarkan bahwa 159 manajer Koperasi Desa atau Kopdes telah mengundurkan diri dari posisi mereka. Pernyataan itu ia sampaikan usai mengikuti rapat koordinasi lintas kementerian di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kabar ini menjadi sorotan karena para manajer tersebut sebelumnya sudah menjalani pelatihan dasar militer, sehingga muncul pertanyaan soal efektivitas pembekalan dan kemungkinan dampak terhadap keuangan negara.
Ketika dimintai konfirmasi mengenai jumlah pengunduran diri tersebut, Joao menjawab singkat bahwa ada 159 manajer Kopdes yang mundur. Namun, ia tidak merinci alasan di balik keputusan para manajer itu meninggalkan jabatan sebelum bekerja penuh di koperasi desa. Setelah memberi jawaban tersebut, Joao juga tidak melanjutkan penjelasan lebih jauh kepada wartawan dan akhirnya meninggalkan lokasi tanpa memaparkan detail tambahan.
Isu yang ikut mencuat adalah dugaan kerugian akibat biaya pelatihan dan pembinaan yang telah diberikan kepada para calon pengelola koperasi. Menanggapi hal itu, Joao menolak melihat proses pendidikan sumber daya manusia sebagai pemborosan. Ia menegaskan bahwa pembinaan tetap punya nilai bagi negara. “Pendidikan anak bangsa tidak ada yang rugi. Bangsa dibina,” ujarnya.
Meski begitu, Agrinas belum memberi penjelasan rinci tentang konsekuensi finansial dari mundurnya 159 manajer tersebut. Pertanyaan lain yang juga belum terjawab adalah soal hak keuangan dan mekanisme pembayaran gaji bagi manajer Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP. Belum ada kejelasan apakah upah baru diberikan setelah koperasi mulai beroperasi, atau sejak mereka menerima penempatan. Dengan demikian, aspek administratif dan anggaran program ini masih menyisakan tanda tanya.
Di sisi lain, proses penempatan manajer Kopdes Merah Putih terus berjalan. Per 25 September 2026, PT Agrinas Pangan Nusantara menyebut 28.620 calon manajer KDMP sudah menerima Surat Keputusan penempatan. Sementara itu, 17.288 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang bangunan fisiknya telah rampung ditargetkan mulai beroperasi pada awal Oktober 2026, setelah melewati verifikasi dan validasi.
Program ini juga menghadapi persoalan distribusi tenaga kerja. Sekitar 1.900 manajer KDKMP disebut harus bertugas jauh dari domisili, bahkan lintas provinsi, karena jumlah calon manajer yang sudah dilatih lebih banyak daripada koperasi yang siap ditempati. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang menyampaikan hal itu pada Selasa, 29 September 2026, mengatakan penempatan akan disesuaikan lagi setelah lebih banyak koperasi siap beroperasi. Ia menegaskan lokasi kerja nantinya akan diatur agar lebih dekat dengan tempat tinggal masing-masing manajer.










Discussion about this post