Presenter Daniel Mananta menandai 15 tahun pernikahan bersama Viola Maria dengan pengakuan yang cukup terbuka: ia merasa hubungan rumah tangga telah mengubah dirinya secara besar. Pernikahan yang dimulai pada 2 Oktober 2011 itu, menurut Daniel, bukan hanya soal hidup bersama pasangan, tetapi juga proses belajar mengendalikan diri, lebih sabar, dan tidak selalu menuruti ego. Ia menyampaikan pandangan itu saat ditemui di kawasan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.
Daniel menegaskan bahwa ia menikmati perjalanan rumah tangganya dan tidak menyesali keputusan untuk menikah. Baginya, fase ini justru menjadi ruang untuk bertumbuh sebagai pribadi. Ia mengakui tidak semua hari dalam rumah tangga berjalan mulus atau romantis, tetapi justru dari situ muncul pelajaran tentang cara menghadapi emosi, perbedaan, dan situasi yang tidak selalu sesuai keinginan.
Menurut Daniel, perubahan dalam dirinya tidak terjadi seketika. Selama bertahun-tahun menjalani kehidupan bersama Viola, ia merasakan ada proses pendewasaan yang membentuk caranya berpikir dan bertindak. Ia bahkan menilai sosok dirinya sekarang sangat berbeda dibandingkan 15 tahun lalu, bukan sekadar lebih matang, tetapi juga punya sudut pandang yang berubah dalam menyikapi banyak hal.
Salah satu dampak paling terasa, kata Daniel, adalah meningkatnya kemampuan untuk menahan reaksi dan bersikap lebih tenang saat menghadapi persoalan sehari-hari. Ia mengaku masih memiliki sisi egois, namun sudah lebih mampu mengelolanya. Dari pengalaman itu, ia belajar bahwa hubungan yang sehat memerlukan kesediaan untuk saling mengalah dan tidak selalu memaksakan kehendak sendiri.
Daniel juga menyebut dirinya kini lebih cepat memaafkan. Sikap itu, menurutnya, penting agar keharmonisan rumah tangga tetap terjaga. Ia merasa kemampuan untuk memaafkan dan mengalah membuat dirinya berkembang bukan hanya sebagai suami, tetapi juga sebagai ayah. Dalam pandangannya, pernikahan memberi ruang untuk terus mengevaluasi diri dan memperbaiki cara berinteraksi dengan orang terdekat.
Bagi Daniel, pengalaman 15 tahun bersama Viola adalah perjalanan yang membuatnya semakin paham bahwa pernikahan bukan sekadar mempertahankan hubungan, melainkan juga menuntut kesiapan untuk terus belajar. Ia melihat proses itu sebagai kesempatan untuk menjadi versi yang lebih baik dari dirinya sendiri, sambil menjalani peran keluarga dengan lebih dewasa dan sadar.










Discussion about this post