Potongan ceramah Ustaz Abdul Somad atau UAS kembali ramai dibicarakan setelah videonya beredar di media sosial dan memantik reaksi warganet. Dalam rekaman yang diunggah salah satunya oleh akun Instagram Lambe Turah, UAS berbicara di hadapan jamaah tentang perjalanan pendidikannya, pengalaman hidupnya, dan sikapnya terhadap perlakuan yang menurutnya tak adil. Sorotan terbesar muncul saat ia menutup penjelasannya dengan kalimat, “Saya akan lawan,” yang langsung disambut riuh oleh para jamaah.
Dalam video itu, UAS menceritakan bahwa ia pulang ke Indonesia dengan membawa dua gelar akademik yang didapat dari luar negeri. Ia menyebut satu gelar dari Mesir dan satu lagi dari Maroko. “Saya pulang ke kampung membawa dua ijazah. LC, MA. S1 Mesir, S2 Maroko,” ujar Ustaz Abdul Somad dalam potongan ceramah yang menyebar luas tersebut.
Meski memiliki latar pendidikan yang ia sebut mumpuni, UAS menilai hal itu tidak otomatis membuat seseorang mendapat pengakuan. Dari situ, ia menyinggung kenyataan sosial yang menurutnya kerap terjadi di Indonesia, yakni penilaian terhadap seseorang bukan hanya berdasarkan kemampuan atau pencapaian akademik, melainkan juga asal-usul keluarga dan jejaring yang dimiliki. “Tapi ternyata di negara itu ijazah tidak ada apa-apanya kalau kau bukan anak siapa dan pamanmu bukan hakim konstitusi,” katanya.
UAS lalu mengisahkan pengalaman pribadinya yang pernah merasa diremehkan jauh sebelum namanya dikenal luas sebagai pendakwah. Ia mengaku pernah mendapat ejekan saat berada di Arab Saudi ketika bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia. Menurutnya, perlakuan itu tidak membuat dirinya tersulut emosi. “Saya diejek-ejek di Saudi ketika saya jadi TKI, saya nggak marah,” ujar UAS.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya sempat diragukan soal keberangkatan ke Mesir. Lagi-lagi, ia menyebut pengalaman itu tidak memancing kemarahan. “Saya diejek-ejek ketika saya dikatakan nggak berangkat ke Mesir, saya nggak marah,” lanjutnya. Dua pengalaman itu, dalam narasi UAS, menjadi bagian dari perjalanan hidup yang ia lewati sebelum memiliki posisi seperti sekarang.
Namun nada bicara UAS berubah ketika ia menyinggung soal pengakuan atas pendidikan yang telah ia tempuh. Ia menegaskan bahwa ada titik tertentu yang membuatnya tidak lagi diam. “Tapi ketika saya pulang membawa dua ijazah tidak diperhatikan, saya akan lawan!,” tegasnya. Kalimat itu menjadi bagian paling menonjol dari video yang beredar dan kemudian memicu perhatian luas di media sosial, termasuk karena respons jamaah yang terdengar bergemuruh setelah pernyataan tersebut.










Discussion about this post