Operator tur dan carter helikopter di Bali, Fly Bali, akhirnya merespons polemik pembatalan penerbangan Ria Ricis. Dalam pernyataan terbuka yang diunggah di media sosial, perusahaan itu meminta maaf atas pengalaman yang dinilai tidak menyenangkan serta menjelaskan bahwa insiden terjadi ketika tim sedang menghadapi banyak permintaan terbang dengan hanya satu pilot yang bertugas. Fly Bali juga menegaskan tidak punya kebijakan membedakan layanan untuk wisatawan lokal dan asing.
Permintaan maaf itu disampaikan setelah Ricis lebih dulu mengeluhkan pelayanan Fly Bali melalui media sosial. Ia mengaku batal naik helikopter karena merasa tidak nyaman dengan sikap petugas di lokasi. Dalam unggahannya, Ricis menyebut ia dan rombongan tidak melanjutkan penerbangan meski sudah ada pembayaran, walaupun menurutnya skema kerja sama saat itu tidak sepenuhnya berbentuk tiket biasa karena ada kesepakatan barter Instagram Story.
Dalam klarifikasinya, Fly Bali menjelaskan bahwa pada hari kejadian, staf di heliport berupaya memberi penjelasan mengenai alasan keterlambatan, jadwal sesi foto, serta pengarahan keselamatan. Perusahaan mengakui penyampaian informasi itu kemungkinan tidak dilakukan dengan cara yang tepat, sehingga tamu merasa kurang nyaman dan memilih membatalkan penerbangan. Karena rombongan langsung meninggalkan area heliport, pihak perusahaan mengaku tidak sempat mendengar langsung keluhan mereka ataupun menawarkan bantuan di tempat.
Setelah kejadian itu, Fly Bali menyebut telah mencoba menghubungi manajemen Ricis untuk menyampaikan permintaan maaf. Namun, menurut mereka, komunikasi awal tersebut belum mendapat balasan. Keesokan harinya, manajemen perusahaan kembali menghubungi pihak Ricis sekitar pukul 10.00 dan menawarkan penerbangan gratis penuh sebagai bentuk kompensasi. Sekitar 40 menit kemudian, mereka mendapat informasi bahwa Ricis sudah terbang menggunakan penyedia layanan helikopter lain.
Melalui pernyataannya, Fly Bali juga menyayangkan karena permintaan maaf yang disampaikan lewat manajer disebut belum ditanggapi sebelum video Ricis diunggah ke YouTube. Meski begitu, perusahaan menegaskan tetap terbuka untuk menerima masukan langsung dari pihak yang bersangkutan. Mereka juga menyebut akan meninjau ulang layanan internal dan memperkuat pelatihan tim agar komunikasi ke tamu menjadi lebih baik.
Isu lain yang ikut disorot adalah dugaan perlakuan berbeda terhadap turis lokal dan wisatawan asing. Fly Bali membantah tuduhan itu dan menyatakan tidak memiliki kebijakan semacam itu. Mereka bahkan menekankan bahwa wisatawan lokal selalu disambut hangat seperti tamu lainnya. Perusahaan juga menyebut sekitar 80 persen kru yang bertugas merupakan orang Indonesia. Meski demikian, mereka tetap meminta maaf jika pengalaman Ricis menimbulkan kesan seolah-olah ada pembedaan layanan, dan berjanji terus memperbaiki diri agar setiap tamu merasa dihargai.










Discussion about this post