Pencarian Dua Korban Hanyut di Pantai Ujung Karang Masih Belum Menemukan Hasil
Pencarian terhadap dua korban yang hanyut di Pantai Ujung Karang, belakang kampus Universitas Bung Hatta (UBH), Kecamatan Padang Utara, Kota Padang masih nihil pada hari kedua, Minggu (19/4/2026). Proses pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan SAR (Search and Rescue) menghadapi sejumlah kendala yang memperumit upaya penyelamatan.
Kantor SAR Kelas A Padang mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi selama operasi pencarian. Salah satunya adalah arus laut yang berubah-ubah setelah bencana hidrometeorologi akhir November 2025 lalu. Perubahan arus ini membuat lokasi korban sulit diprediksi dan meningkatkan risiko kesulitan dalam mencari mereka.
Selain itu, penumpukan sampah dan banyaknya kayu di dalam laut juga menjadi hambatan. Hal ini dikhawatirkan bisa menyebabkan korban tersangkut atau terbawa arus ke area yang lebih jauh. Komandan Regu (Danru) Kantor SAR Kelas A Padang, Tri Desyu, menjelaskan bahwa hal ini memperkuat asumsi bahwa korban mungkin tersangkut di tempat-tempat seperti itu.
“Kendala kita dalam pencarian hari kedua adalah arus laut yang berubah-ubah, banyaknya tumpukan kayu. Asumsi kita, korban ini bisa saja tersangkut di sana,” ujar Tri Desyu saat memberikan keterangan di lokasi, Minggu sore.
Tim gabungan tetap melakukan pemantauan terhadap titik terakhir korban hanyut di Pantai Ujung Karang. Selain itu, metode scouting darat juga digunakan untuk memastikan tidak ada kemungkinan korban terdampar di daerah yang tidak terjangkau oleh perahu karet.
Scouting dalam konteks SAR adalah metode pencarian darat yang dilakukan oleh tim penyelamat dengan cara menyisir sepanjang tepi sungai atau area terdampak untuk mencari korban. Metode ini membantu memperluas cakupan pencarian dan memastikan semua potensi lokasi telah dicek.
Pencarian Hari Kedua Masih Nihil
Pencarian dua korban hanyut di Pantai Ujung Karang, belakang kampus UBH, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, masih belum menemukan hasil pada hari kedua. Operasi pencarian dimulai sejak pukul 07:30 WIB dan dihentikan sementara hingga 18:00 WIB.
Tri Desyu mengatakan bahwa pencarian di hari kedua ini masih nihil terhadap dua korban hanyut saat berenang di Pantai Ujung Karang. Ia juga meminta tim gabungan untuk menghentikan pencarian sementara waktu di hari kedua terhadap korban.
Lima perahu karet yang sebelumnya dikerahkan untuk menyusuri lokasi terakhir dan diperluas dengan jarak 2 mil masih belum membuahkan hasil, sehingga harus ditarik ke daratan.
“Kita juga sudah sampaikan ke tim gabungan untuk menghentikan pencarian sementara di hari kedua ini,” ujar Tri Desyu.
Pencarian korban hilang akan dilanjutkan pada Senin (20/4/2026) atau hari ketiga, dimulai pukul 07:30 WIB. Radius pencarian terhadap korban juga diperluas hingga 5 mil dari titik terakhir hilangnya kedua bocah yang sempat berenang pada Sabtu siang tersebut.
“Namun kita mencari data dulu, menjadi evaluasi bersama, apakah bisa kita menggunakan sampai pulau terdekat, yakni Binalang dan Toran,” ujarnya.
Sebelum pencarian dilanjutkan di hari ketiga, Tri meminta tim gabungan melakukan briefing sebelum menyusuri lautan. Hal ini bertujuan agar persiapan dapat dimatangkan sebelum mengambil langkah-langkah ke depannya.
“Besok kita briefing dahulu bersama tim gabungan, sebelum melanjutkan pencarian,” tambahnya.










Discussion about this post