Kinerja Program Cek Kesehatan Gratis di Sulawesi Tengah
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2026 di Sulawesi Tengah masih menunjukkan capaian yang jauh dari target nasional. Hingga April 2026, hanya sebesar 8,09 persen dari target 46 persen yang tercapai. Hal ini menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan mempercepat pelaksanaan program.
Capaian Wilayah yang Berbeda
Dari berbagai wilayah di Sulawesi Tengah, Morowali Utara mencatat capaian tertinggi dengan angka 15 persen. Diikuti oleh Kabupaten Morowali dengan 14 persen dan Sigi dengan 13 persen. Namun, Kota Palu masih berada di bawah rata-rata dengan capaian hanya 4,95 persen. Angka ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam penerapan program CKG antar wilayah.
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes Sulteng, Misnawati, menjelaskan bahwa capaian CKG pada tahun 2025 hanya mencapai 12,5 persen. Meski demikian, target nasional untuk tahun 2026 telah meningkat menjadi 46 persen. Dengan kondisi saat ini, Dinkes Sulteng harus melakukan langkah-langkah strategis untuk mencapai target tersebut.
Strategi yang Diterapkan
Untuk mengejar target, Dinkes Sulteng telah mengambil beberapa langkah penting. Salah satunya adalah dengan menerbitkan surat edaran kepada seluruh pemerintah daerah di Sulawesi Tengah. Surat ini bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan program CKG di lapangan. Selain itu, Dinkes juga melakukan koordinasi intensif dengan dinas kesehatan kabupaten/kota serta puskesmas melalui pertemuan daring.
Pertemuan-pertemuan ini tidak hanya untuk memantau progres program, tetapi juga untuk melakukan evaluasi bersama dengan Kementerian Kesehatan. Hal ini dilakukan agar semua pihak dapat bekerja sama dalam meningkatkan capaian program CKG.
Kendala dalam Pelaksanaan
Meskipun ada upaya-upaya yang dilakukan, beberapa kendala masih menghambat pelaksanaan program CKG. Salah satu kendala utama adalah masalah teknis NIK dalam aplikasi ASIK. Validasi NIK yang tidak lancar menyulitkan proses pendaftaran dan pemeriksaan kesehatan.
Selain itu, rendahnya partisipasi masyarakat juga menjadi tantangan besar. Banyak warga merasa tidak perlu memeriksa kesehatan karena merasa sehat. Padahal, CKG memiliki peran penting dalam deteksi dini penyakit. Misnawati menjelaskan bahwa banyak kasus ditemukan seperti kadar gula darah tinggi dan kolesterol yang berpotensi memicu penyakit tidak menular jika tidak segera ditangani.
Temuan Hasil Pemeriksaan
Hasil pemeriksaan yang dilakukan dalam program CKG menunjukkan adanya banyak kasus yang memerlukan perhatian. Kadar gula darah tinggi dan kolesterol merupakan dua hal yang sering ditemukan. Kondisi ini bisa berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang jika tidak segera ditangani.
Oleh karena itu, Dinkes Sulteng terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala. Melalui sosialisasi dan edukasi, diharapkan masyarakat lebih aktif dalam mengikuti program CKG.
Langkah-Langkah Ke depan
Dinkes Sulteng akan terus mempercepat pelaksanaan program CKG dengan berbagai strategi. Termasuk dalam rencana adalah meningkatkan partisipasi masyarakat melalui kampanye dan sosialisasi. Selain itu, peningkatan koordinasi antara dinas kesehatan dan puskesmas akan terus dilakukan.
Dengan kolaborasi yang baik dan upaya yang konsisten, diharapkan capaian program CKG dapat meningkat secara signifikan. Hal ini akan berdampak positif pada kesehatan masyarakat di Sulawesi Tengah secara keseluruhan.









Discussion about this post