JAKARTA, KLIKKEPRI.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjalankan reformasi integritas pasar modal Indonesia sejak Januari 2026.
Hal itu disampaikan Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi dalam laporan pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat 23 Oktober 2026.
“Kami meningkatkan bagaimana transparansi, likuiditas, kemudian enforcement, dan juga kita mengatakan sinergitas di antara lembaga. Saat ini pasar saham Indonesia menunjukkan ketahanan,” ucap Friderica.
Ia menyebut fundamental emiten menunjukkan perkembangan positif. Pada triwulan II 2026, pendapatan perusahaan tumbuh 15,9 persen disertai pertumbuhan laba bersih.
“Dari total 962 emiten yang tercatat, 74 persennya mencatatkan laba. Fundamental ekonomi dan perusahaan yang tercatat sangat kuat,” katanya.
Terkait penilaian MSCI terhadap potensi penurunan klasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi frontier market hingga standalone market, Friderica menyebut laporan MSCI Juni 2026 menunjukkan Indonesia positif pada 16 dari 18 indikator dibanding negara emerging market lain.
“MSCI adalah global index provider, menjadi acuan para global fund, para manajer investasi dunia. Ketika mau masuk ke suatu negara, maka akan melihat ini sebagai acuan,” ujarnya.
Indonesia dinilai memiliki ketentuan yang mendukung transparansi, termasuk ambang batas pelaporan kepemilikan saham satu persen, lebih ketat dibanding pasar lain di atas lima persen.
“Untuk initial capital offering 15 sampai 25 persen, disclosure kita satu persen sudah kita buka, sementara market lain di atas lima persen. Untuk klasifikasi investor, kita sudah punya 39 tipe yang sangat granular,” tuturnya.
Friderica juga menyampaikan OJK telah menjatuhkan sanksi Rp1,5 triliun kepada pihak terlibat dan mengidentifikasi dua perusahaan diduga melakukan manipulasi pasar.
“Alhamdulillah dua hari ini market kita sudah rebound. Ini kekuatan domestik, karena asing masih net sale dalam dua hari terakhir sebesar Rp3,3 triliun dan kemarin masih Rp1 triliun, tapi kekuatan domestik yang melakukan buyback dan investor retail kita yang luar biasa,” kata Friderica.***










Discussion about this post