JAKARTA, KLIKKEPRI.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memperkuat diplomasi ekonomi internasional melalui pertemuan strategis bersama Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri di Kediaman Dinas Dubes UEA, Jakarta Selatan, Kamis (8/10/2026).
Pertemuan tingkat tinggi yang dipimpin Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura bersama Kepala DPMPTSP Kepri Hasfarizal Handra tersebut diselenggarakan guna memperluas ekspansi investasi UEA di kawasan perdagangan bebas Kepri, khususnya Kota Batam.
Diskusi bilateral ini dihadiri Dubes UEA untuk ASEAN Mohammed Ahmed Mohamed Bandouq AlQamzi serta pimpinan pimpinan pimpinan IFFCO Group Abdelghani Abdullah, perusahaan pangan raksasa UEA yang telah mengoperasikan kilang minyak makan PT Synergy Oil Nusantara di Kabil, Batam.
Di samping mengawal keberlanjutan usaha IFFCO Group sebagai salah satu kontributor pajak dan investasi terbesar di Batam, Pemprov Kepri memanfaatkan momentum Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (I-UAE CEPA) serta peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia–UEA untuk menawarkan potensi investasi baru di sektor energi terbarukan, infrastruktur pelabuhan, teknologi digital, dan pariwisata.
Langkah penawaran investasi ini didukung posisi Kepri sebagai tiga besar tujuan utama modal asing di luar Jawa pada semester I 2026 dengan capaian investasi Batam menembus Rp40 triliun dan pertumbuhan ekonomi 7,28 persen.
Pertemuan diplomasi ekonomi bersama Kedubes UEA ini diselenggarakan guna memperkuat daya saing kawasan FTZ Batam, mendorong perluasan modal asing di sektor energi dan infrastruktur, membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal, serta memacu pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau secara berkelanjutan.
Peluang ekspansi modal dari Uni Emirat Arab ini diproyeksikan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur strategis sekaligus memperkokoh posisi Batam sebagai hub perdagangan internasional di Asia Tenggara.
“Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen penuh menjaga iklim investasi yang kondusif serta memberikan kemudahan pelayanan perizinan terpadu bagi para investor internasional, termasuk dari Uni Emirat Arab. Pertemuan bersama Duta Besar UEA ini merupakan langkah nyata untuk memperluas cakupan kerja sama ekonomi yang tidak hanya terbatas pada industri olahan pangan IFFCO Group di Batam, melainkan merambah sektor strategis seperti infrastruktur, energi, teknologi, dan pariwisata. Kami ingin setiap investasi asing yang masuk ke Kepri dapat memberikan multiplier effect yang nyata melalui pembukaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah.” ujar Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura.
Pemprov Kepri melalui DPMPTSP akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan menyusun peta peluang investasi teknis yang siap ditawarkan kepada investor UEA.
Pihak Kedubes UEA menyambut positif kemudahan fasilitas perpajakan kawasan bebas di Kota Batam. (din)










Discussion about this post