JAKARTA, KLIKKEPRI.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina memperkuat komitmen transisi energi nasional dengan siap mengintegrasikan komoditas biomethane berbasis limbah pabrik kelapa sawit ke dalam jaringan pipa distribusi dan transmisi gas bumi terintegrasi.
Langkah konkret dekarbonisasi tersebut ditandai melalui pelaksanaan groundbreaking pembangunan pabrik biomethane oleh Toyota Tsusho Indonesia (TTI) bersama PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) di Sumatera Selatan, Senin (5/10/2026).
Fasilitas pengolahan limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) bertajuk PT KIS Toyota Tsusho Biomethane Indonesia (KTBI) tersebut diproyeksikan memproduksi sekitar 150.000 MMBTU biomethane per tahun.
Dalam struktur kerja sama strategis ini, PGN bertindak sebagai pembeli utama (offtaker) sekaligus pengangkut (transporter) yang akan menyalurkan gas terbarukan tersebut ke PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) serta sektor industri manufaktur lainnya.
Pengintegrasian biomethane limbah sawit ke dalam sistem pipa PGN ini diselenggarakan guna menangkap emisi gas metana yang terlepas ke atmosfer, memperkuat pasokan energi bersih berbasis sumber domestik, memfasilitasi peralihan bahan bakar industri hijau dengan modifikasi fasilitas minimal, mendukung pencapaian target Net Zero Emission 2060, serta mengoptimalkan nilai tambah hilirisasi industri kelapa sawit nasional.
Pemanfaatan infrastruktur pipa gas PGN untuk penyaluran biomethane pertama di Sumatera ini diproyeksikan mampu meningkatkan daya saing rantai pasok industri nasional di pasar global berstandar emisi rendah.
“PGN siap mendukung pemanfaatan biomethane melalui kesiapan infrastruktur pipa dan kapabilitas niaga yang kami miliki agar energi terbarukan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sektor industri. Integrasi biomethane berbasis limbah kelapa sawit ini merupakan langkah penting untuk menghadirkan gas terbarukan dari sumber domestik ke dalam rantai pasok energi nasional. Langkah ini tidak hanya mendukung dekarbonisasi dan swasembada energi, tetapi juga memperkuat daya saing industri nasional seperti TMMIN di tengah tuntutan rantai pasok hijau global. Kami berharap model kolaborasi ini dapat direplikasi di berbagai wilayah penghasil sawit lainnya di Indonesia.” ujar Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman.
PGN memastikan kesiapan teknis pemanfaatan pipa distribusi agar penyerapan biomethane oleh konsumen industri berjalan lancar.
Subholding Gas Pertamina ini berencana memperluas kemitraan serupa di wilayah sentra perkebunan sawit Sumatra dan Kalimantan. (din)










Discussion about this post