Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu, 19 Februari 2025, menyatakan Ukraina sebaiknya memiliki pemimpin baru di tengah perang yang masih berlangsung dengan Rusia. Pernyataan itu ia sampaikan di Gedung Putih saat menanggapi rangkaian serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia, yang menurut Trump ikut mendorong naiknya harga solar menjelang pemilu.
Trump berbicara kepada wartawan dengan nada keras terhadap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Ia mengatakan telah meminta Zelensky untuk bebas mengambil langkah terhadap Rusia, tetapi tidak menyasar kilang minyak. Menurut Trump, serangan ke fasilitas pengolahan minyak justru menimbulkan dampak luas bagi pasar energi global. Ia menegaskan, “Dia benar-benar harus menghentikannya,” lalu menambahkan bahwa sudah saatnya Ukraina memiliki presiden baru.
Pernyataan itu muncul setelah Zelensky mengkritik kesepakatan baru antara Amerika Serikat dan Rusia terkait pasokan diesel. Menurut Zelensky, rencana memasukkan jutaan ton diesel Rusia ke AS akan memberi dana tambahan bagi Moskow untuk melanjutkan perang. Ia bahkan menyebut langkah tersebut sebagai hadiah bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.
Trump kemudian merespons kritik tersebut dengan menyebut Zelensky ingin memunculkan persoalan bagi dunia melalui serangan yang terus diarahkan ke kilang-kilang minyak Rusia. Di luar Gedung Putih, Trump menegaskan kembali bahwa Washington telah memberi ruang bagi Ukraina untuk melawan Rusia, tetapi bukan untuk menyerang sektor energi yang menurutnya berdampak pada banyak negara.
Dalam penjelasannya, Trump mengatakan pihaknya sudah menyampaikan batasan itu secara langsung. “Kami bilang, ‘kalian boleh melakukan apa saja terhadap Rusia, tapi jangan serang kilang-kilang minyaknya’, karena hal itu menimbulkan masalah bagi dunia,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa Zelensky sebenarnya masih memiliki peluang untuk membuat banyak kesepakatan, tetapi menurutnya kesempatan itu tidak dimanfaatkan.
Ketegangan antara Ukraina dan Rusia sendiri belakangan meningkat. Kedua negara saling melancarkan serangan dengan target fasilitas energi, jalur transportasi, dan simpul logistik penting. Dalam konteks itu, komentar Trump memperlihatkan pergeseran nada dari sekadar dukungan militer kepada Ukraina menjadi tekanan politik terhadap kepemimpinan Zelensky, sekaligus menyoroti kekhawatiran Amerika Serikat atas dampak perang terhadap stabilitas energi internasional.








Discussion about this post