klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Internasional

Ketua Parlemen Lebanon Tolak Perdamaian dengan Israel

Redaksi by Redaksi
8 Mei 2026 - 09:26
Reading Time: 2 mins read
0
Ketua Parlemen Lebanon Tolak Perdamaian dengan Israel

Penolakan Ketua Parlemen Lebanon terhadap Negosiasi Damai dengan Israel

Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri, menyatakan penolakan keras terhadap negosiasi perdamaian antara negaranya dan Israel. Dalam pernyataannya pada Senin (4/5/2026), Berri menegaskan bahwa negosiasi damai tidak boleh berlanjut sebelum Israel menghentikan serangan terhadap Lebanon. Sikap yang diambil oleh Berri ini sejalan dengan Hizbullah, yang dikabarkan memiliki hubungan dekat dengannya. Hizbullah telah lama menolak segala bentuk negosiasi damai antara Lebanon dan Israel karena dianggap sebagai tanda kalah terhadap Israel.

Dalam pernyataannya, Berri juga menolak kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel. Ia menilai bahwa kesepakatan tersebut hanya mampu mengakhiri konflik secara sementara. Bahkan, meskipun ada gencatan senjata, Israel masih melakukan serangan terhadap Lebanon. Oleh karena itu, Berri meminta Israel untuk mengakhiri perang secara permanen agar negosiasi dapat berjalan lebih efektif.

Proses Negosiasi Damai Antara Lebanon dan Israel Masih Berlangsung

Proses negosiasi damai antara Lebanon dan Israel saat ini masih berlangsung. Negosiasi terakhir dilakukan di Washington DC, Amerika Serikat, pada 24 April lalu. Hasil dari negosiasi tersebut adalah perpanjangan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel selama tiga minggu.

Presiden AS, Donald Trump, dalam unggahannya di Truth Social, menyebutkan bahwa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon akan diperpanjang selama tiga minggu. Ia juga meminta Hizbullah untuk mematuhi gencatan senjata yang sudah disepakati. Trump berjanji akan melindungi Lebanon dari ancaman Hizbullah yang sering membuat kekacauan.

Benjamin Netanyahu Minta AS Batasi Waktu Negosiasi

Pada 29 April pekan lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meminta AS, yang berperan sebagai mediator, untuk membatasi waktu negosiasi damai antara Israel dan Lebanon. Permintaan ini disampaikan Netanyahu saat ia menelepon Trump. Dalam percakapan tersebut, Netanyahu meminta Trump untuk membatasi durasi negosiasi selama dua atau tiga minggu. Pembatasan waktu ini bertujuan agar proses negosiasi berjalan lebih cepat dan efektif. Jika tidak ada tenggat waktu, negosiasi bisa terlalu lama dan konflik antara kedua negara akan semakin rumit.

Netanyahu Ingin Memperluas Operasi Militer jika Negosiasi Lalai

Netanyahu menambahkan bahwa jika negosiasi damai berjalan lambat dan melebihi batas waktu, ia akan memerintahkan pasukannya untuk memperluas operasi militer di Lebanon. Terlebih, saat ini Hizbullah masih melakukan perlawanan meski sudah ada gencatan senjata. Namun, rencana ini berpotensi ditolak oleh AS. Sebab, Trump sebelumnya telah memperingatkan Israel untuk membatasi aktivitas militer di Lebanon selama gencatan senjata berlangsung. Langkah ini dilakukan agar proses gencatan senjata berjalan lancar dan perdamaian bisa segera tercapai.

Sebagai informasi, Israel hingga saat ini masih melakukan serangan ke Lebanon, khususnya ke wilayah Lebanon selatan. Tujuan mereka adalah untuk membasmi Hizbullah yang bermarkas di sana. Beberapa waktu lalu, Israel juga mengklaim bahwa gencatan senjata yang sedang berlangsung tidak melibatkan Lebanon selatan. Oleh karena itu, mereka berdalih bahwa serangan yang dilakukan ke wilayah itu tidak melanggar aturan gencatan senjata.

Buy JNews
ADVERTISEMENT
ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Trump Kembali Serang Prancis, Kaitkan Aksi Pelajar dengan Islam dan Migrasi
Internasional

Trump Kembali Serang Prancis, Kaitkan Aksi Pelajar dengan Islam dan Migrasi

7 Oktober 2026 - 08:55
Trump Sinyalkan Keputusan Baru soal Iran, Teheran Siapkan Balasan Lebih Luas
Internasional

Trump Sinyalkan Keputusan Baru soal Iran, Teheran Siapkan Balasan Lebih Luas

4 Oktober 2026 - 20:55
Trump Bantah Kabar Tawaran Keringanan Sanksi untuk Iran di Tengah Negosiasi Nuklir
Internasional

Trump Bantah Kabar Tawaran Keringanan Sanksi untuk Iran di Tengah Negosiasi Nuklir

30 September 2026 - 10:47
Iran Kembali Tolak Jalur Negosiasi dengan AS di Tengah Sanksi dan Serangan
Internasional

Iran Kembali Tolak Jalur Negosiasi dengan AS di Tengah Sanksi dan Serangan

30 September 2026 - 09:17
Trump Menolak Usulan Iran untuk Buka Selat Hormuz dan Mulai Negosiasi Nuklir
Internasional

Trump Menolak Usulan Iran untuk Buka Selat Hormuz dan Mulai Negosiasi Nuklir

30 September 2026 - 03:17
PM Lebanon Desak Mekanisme Tiga Pihak untuk Dorong Penarikan Israel
Internasional

PM Lebanon Desak Mekanisme Tiga Pihak untuk Dorong Penarikan Israel

30 September 2026 - 01:18
Next Post
Pemprov Kepri Dorong 2.400 UMKM Go Digital, Gandeng ASEAN Foundation Latih AI di Batam

Pemprov Kepri Dorong 2.400 UMKM Go Digital, Gandeng ASEAN Foundation Latih AI di Batam

Sekda Misni: Tantangan Inflasi Maritim Perlu Sinergi TPID-TP2DD, Ekonomi Tumbuh 7,04 persen Tertinggi di Sumatera

Sekda Misni: Tantangan Inflasi Maritim Perlu Sinergi TPID-TP2DD, Ekonomi Tumbuh 7,04 persen Tertinggi di Sumatera

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com