Harga emas batangan Antam kembali melemah pada Selasa, 29 September 2026. Berdasarkan pantauan laman Logam Mulia di Jakarta pada pukul 08.48 WIB, harga emas Antam turun Rp17.000 per gram menjadi Rp2.580.000 dari sebelumnya Rp2.597.000. Pada saat yang sama, harga jual kembali atau buyback juga terkoreksi ke Rp2.375.000 per gram.
Perubahan harga ini menegaskan bahwa emas Antam dapat bergerak sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar. Karena itu, harga yang tercantum di laman resmi pada pagi hari belum tentu sama pada jam berikutnya. Bagi pembeli maupun pemilik emas yang ingin menjual kembali, pergerakan harian seperti ini menjadi acuan penting sebelum bertransaksi.
Dari sisi pajak, transaksi buyback dengan nilai lebih dari Rp10.000.000 dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Potongan itu langsung diambil dari total nilai transaksi saat buyback dilakukan. Sementara itu, pembelian emas Antam juga dikenai PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tertera di situs resmi.
Untuk ukuran kecil, harga emas Antam 0,5 gram tercatat Rp1.340.000, sedangkan 1 gram berada di level Rp2.580.000. Ukuran 2 gram dijual Rp5.100.000, 3 gram Rp7.625.000, dan 5 gram Rp12.675.000. Adapun pecahan 10 gram dipatok Rp25.295.000.
Di kelompok ukuran yang lebih besar, harga 25 gram tercatat Rp63.112.000, lalu 50 gram Rp126.145.000. Pecahan 100 gram dijual Rp252.212.000, sementara 250 gram berada di Rp630.265.000. Untuk 500 gram, harga dasar yang dipasang adalah Rp1.260.320.000, dan emas 1.000 gram atau 1 kilogram mencapai Rp2.520.600.000.
Selain Antam, pasar emas ritel di Pegadaian juga menunjukkan pergerakan harga pada hari yang sama. Mengutip data dari Jakarta pukul 10.41 WIB, harga emas Galeri24 berada di Rp2.506.000 per gram, Antam di Rp2.619.000 per gram, dan UBS di Rp2.530.000 per gram. Galeri24 tersedia dari ukuran 0,5 gram sampai 1.000 gram, sedangkan UBS dijual dalam ukuran 0,5 gram hingga 500 gram.
Dengan selisih harga antarjenama yang masih terbuka, pembeli biasanya menyesuaikan pilihan berdasarkan kebutuhan investasi, ukuran pecahan, dan biaya pajak yang menyertai transaksi. Data harian dari Logam Mulia dan Pegadaian menjadi salah satu rujukan utama untuk memantau arah pasar emas di dalam negeri.
Sumber: ekonomi.republika.co.id










Discussion about this post