Program FLPP 2025 Mencatat Rekor Nasional
Program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2025 mencatat rekor tertinggi secara nasional dengan total 278.868 unit rumah subsidi yang disalurkan. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dari jumlah tersebut, sejumlah provinsi menjadi tulang punggung utama dalam penyediaan rumah subsidi di Indonesia.
Provinsi dengan Penyaluran FLPP Terbanyak
Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan penyaluran FLPP terbesar, yaitu sebanyak 62.591 unit atau sekitar 22,4 persen dari total nasional. Artinya, hampir satu dari lima rumah subsidi di Indonesia berada di Jawa Barat. Di bawah Jawa Barat, posisi berikutnya ditempati oleh Jawa Tengah dengan 24.470 unit, disusul oleh Sulawesi Selatan dengan 23.255 unit.
Selanjutnya, Banten dan Jawa Timur masing-masing menyumbangkan 18.966 unit dan 18.361 unit. Lima besar provinsi dengan penyaluran FLPP tertinggi ini menunjukkan dominasi wilayah Pulau Jawa dalam program ini.
Daftar Provinsi Lain yang Berkontribusi Signifikan
Di luar lima besar, beberapa provinsi lain juga menunjukkan kontribusi yang cukup besar. Sumatera Selatan mencatat 16.452 unit, Sumatera Utara sebanyak 11.496 unit, Kalimantan Selatan dengan 11.218 unit, Sulawesi Tenggara sebanyak 9.055 unit, dan Kalimantan Barat dengan 8.957 unit.
Selain itu, Riau dan Lampung tercatat berada di kisaran 7.000 hingga 9.000 unit. Disusul oleh Kalimantan Timur dengan sekitar 6.000 hingga 7.000 unit, serta Sulawesi Utara dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang masing-masing berada di kisaran 5.000 hingga 6.000 unit.
Peran 15 Provinsi sebagai Tulang Punggung FLPP
Secara keseluruhan, 15 provinsi menjadi tulang punggung penyaluran FLPP nasional. Kontribusi mereka sangat signifikan dalam mendukung program penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. FLPP sendiri merupakan program pemerintah yang bertujuan memberikan bantuan pembiayaan rumah kepada MBR melalui skema KPR subsidi.
Dalam skema ini, masyarakat dapat membeli rumah dengan bantuan pembiayaan berupa suku bunga rendah dan cicilan yang lebih terjangkau. Istilah “unit rumah” dalam data ini merujuk pada jumlah rumah yang telah berhasil dibiayai melalui skema KPR subsidi dan sudah masuk tahap realisasi atau akad. Sementara itu, penyaluran FLPP berarti proses pencairan pembiayaan dari pemerintah melalui bank penyalur kepada masyarakat penerima manfaat.
Faktor Dominasi Wilayah Pulau Jawa
Dominasi provinsi di Pulau Jawa, terutama Jawa Barat, tidak lepas dari faktor jumlah penduduk yang besar serta tingginya kebutuhan hunian di kawasan penyangga kota-kota besar. Namun demikian, sejumlah provinsi di luar Jawa seperti Sulawesi, Sumatra hingga Kalimantan juga menunjukkan kontribusi signifikan dalam penyaluran FLPP.










Discussion about this post