klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Ekonomi

PYFA: Laba Kuartal I Lampaui Rp766 Miliar

Redaksi by Redaksi
17 Juni 2026 - 23:41
Reading Time: 3 mins read
0
PYFA: Laba Kuartal I Lampaui Rp766 Miliar

Kinerja Finansial PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) Menguat di Kuartal I-2026

PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang mengesankan pada kuartal pertama tahun 2026. Perusahaan ini menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi pendapatan maupun profitabilitas, melampaui pencapaian pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, PYFA membukukan pendapatan neto sebesar Rp766,53 miliar pada kuartal I-2026. Angka ini merupakan kenaikan sebesar 11,8 persen jika dibandingkan dengan pendapatan neto pada kuartal I-2025 yang tercatat sebesar Rp685,46 miliar. Pertumbuhan pendapatan ini tidak hanya sejalan dengan peningkatan laba bruto perseroan, tetapi juga menunjukkan efektivitas strategi operasional yang diterapkan.

Laba bruto PYFA juga mengalami peningkatan sebesar 6,9 persen secara tahunan, mencapai Rp192,8 miliar. Direktur PYFA, Sinta Ningsih, menjelaskan bahwa peningkatan kinerja ini ditopang oleh upaya peningkatan efisiensi di lini manufaktur dan produktivitas yang lebih baik. Langkah-langkah ini berhasil mengimbangi kenaikan biaya bahan baku serta tekanan harga yang ada di pasar.

Peningkatan EBITDA dan Margin Profitabilitas

Lebih lanjut, Sinta Ningsih memaparkan bahwa dari sisi profitabilitas, PYFA berhasil membukukan pertumbuhan Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar 30 persen jika dibandingkan dengan kuartal I-2025. Peningkatan ini juga tercermin pada margin EBITDA yang berhasil naik menjadi 9,5 persen, dari sebelumnya 8,2 persen pada periode yang sama di tahun lalu.

Menurut Sinta, pencapaian pada awal tahun 2026 ini menjadi indikasi kuat bahwa fondasi bisnis perseroan semakin kokoh. Hal ini menjadi modal penting bagi PYFA untuk terus menjaga momentum pertumbuhan yang berkelanjutan di masa mendatang.

“Selain kontribusi yang terus berlanjut dari pilar utama pertumbuhan kami, yaitu layanan contract development and manufacturing organization (CDMO), pertumbuhan pendapatan juga didorong oleh peningkatan kinerja sejumlah produk farmasi berlisensi tinggi yang memiliki nilai tambah dan margin yang lebih baik,” ujar Sinta.

Dampak Investasi Strategis dan Ekspansi Kapasitas

Perkembangan berbagai investasi strategis yang telah dan sedang dilakukan oleh PYFA juga memberikan sinyal positif terhadap prospek pertumbuhan perusahaan. Salah satu investasi krusial yang dimaksud adalah pembangunan fasilitas produksi Lini 3 yang berlokasi di anak usaha PT Ethica Industri Farmasi.

Sinta menambahkan, PYFA sangat optimistis bahwa strategi yang berfokus pada pengembangan portofolio produk bernilai tinggi dan penguatan kapasitas manufaktur akan semakin meningkatkan daya saing perusahaan dalam jangka panjang.

Strategi Inovasi Produk dan Penguatan Manufaktur

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Untuk mendukung ekspansi bisnis yang lebih luas, PYFA tidak hanya fokus pada penyelesaian pengembangan Lini Produksi 3 di PT Ethica Industri Farmasi. Perseroan juga telah mempersiapkan langkah selanjutnya dengan merencanakan pembangunan Lini Produksi 4 dan Lini Produksi 5.

Inisiatif ini diharapkan akan secara signifikan meningkatkan kapasitas produksi perusahaan. Selain itu, langkah ini juga akan memperkuat kemampuan PYFA dalam memenuhi kebutuhan pasar farmasi nasional yang terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.

“Ke depan, PYFA membidik pertumbuhan yang berkelanjutan melalui kombinasi strategi inovasi produk berlisensi tinggi yang berfokus pada area terapi tertentu. Selain itu, kami juga akan terus melakukan ekspansi kapasitas manufaktur, memperkuat jaringan layanan kesehatan, serta mengembangkan portofolio bisnis pada segmen-segmen yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi,” tegasnya.

Strategi komprehensif ini diharapkan dapat memperkuat posisi PYFA di industri farmasi, baik di pasar domestik maupun internasional, serta memastikan pertumbuhan yang stabil dan menguntungkan di masa mendatang.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Celios Soroti Transparansi dan Independensi Bursa di Balik Ancaman Penurunan Status Pasar Saham Indonesia
Ekonomi

Celios Soroti Transparansi dan Independensi Bursa di Balik Ancaman Penurunan Status Pasar Saham Indonesia

19 Oktober 2026 - 04:55
Celios Kaitkan Akuisisi BYAN dengan Kekhawatiran Turunnya Kelas Pasar Saham Indonesia
Ekonomi

Celios Kaitkan Akuisisi BYAN dengan Kekhawatiran Turunnya Kelas Pasar Saham Indonesia

17 Oktober 2026 - 22:53
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Pasar Cermati Sentimen MSCI dan RDG BI
Ekonomi

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Pasar Cermati Sentimen MSCI dan RDG BI

17 Oktober 2026 - 18:28
Harga BBM Pertamina 17 Oktober 2026 Stabil, Nonsubsidi Masih Tahan di Level September
Ekonomi

Harga BBM Pertamina 17 Oktober 2026 Stabil, Nonsubsidi Masih Tahan di Level September

17 Oktober 2026 - 11:24
Bank Jatim Ingatkan Risiko Jika Gaji ASN Dialihkan ke Koperasi
Ekonomi

Bank Jatim Ingatkan Risiko Jika Gaji ASN Dialihkan ke Koperasi

16 Oktober 2026 - 21:16
Usulan MSCI Ubah Status Indonesia Picu Tekanan Tajam di Bursa Saham
Ekonomi

Usulan MSCI Ubah Status Indonesia Picu Tekanan Tajam di Bursa Saham

16 Oktober 2026 - 17:44
Next Post
BOS 2026 Pelalawan: Rp 50 Miliar untuk SD, Rp 1 Miliar Kelola SDN 006 PKL. Kerinci

BOS 2026 Pelalawan: Rp 50 Miliar untuk SD, Rp 1 Miliar Kelola SDN 006 PKL. Kerinci

Kurzawa Tinggalkan Persib

Kurzawa Tinggalkan Persib

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com