Momentum Baru untuk Musim Giling 2026 di PG Pesantren Baru
PG Pesantren Baru di Kota Kediri resmi memulai musim giling tahun 2026 pada Minggu (24/5/2026) pukul 01.45 WIB. Perayaan ini bukan hanya sekadar penanda dimulainya proses produksi gula, tetapi juga menjadi momen penting dalam memperkuat hubungan antara pabrik gula dengan para petani tebu. Prosesi pembukaan musim giling dilakukan dengan doa bersama yang dihadiri oleh jajaran manajemen, karyawan, serta tokoh masyarakat di masjid lingkungan pabrik.
Target Produksi yang Realistis
General Manager PG Pesantren Baru, Sugondo, menyampaikan bahwa musim giling tahun ini ditargetkan berjalan lancar dengan dukungan seluruh pihak, terutama para petani tebu sebagai mitra utama. Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim dan puji syukur kepada Allah SWT, PG Pesantren Baru memulai proses penggilingan.
Dalam musim giling kali ini, PG Pesantren Baru menargetkan penggilingan tebu sebesar 873.299,6 ton. Dari jumlah tersebut, perusahaan berharap dapat mencapai rendemen sebesar 7,26 persen, sehingga produksi gula diperkirakan mencapai 63.597,32 ton. Sugondo menegaskan bahwa target ini bisa tercapai jika kolaborasi dengan petani dan dukungan masyarakat tetap terjaga sepanjang musim giling berlangsung.
Pentingnya Kerja Sama dengan Petani Tebu
Sugondo juga menekankan bahwa pelayanan yang baik kepada petani tebu menjadi prioritas utama perusahaan. Ia percaya bahwa dengan kebersamaan dan komunikasi yang efektif, target produksi bisa tercapai. “Dengan pelayanan terbaik dan kebersamaan dengan petani tebu, serta dukungan dari masyarakat dan stakeholder, kami optimistis target ini bisa tercapai,” ujarnya.
Start giling 2026 turut disaksikan oleh Regional Head Regional 2, Wayan Mei Purwono, bersama jajaran manajemen pabrik gula wilayah Jatim 1 yang meliputi PG Pesantren Baru, PG Ngadiredjo, PG Meritjan, PG Lestari, dan PG Modjopanggoong.
Wayan menilai bahwa semangat dan optimisme yang ditunjukkan manajemen dan karyawan perlu dipertahankan agar capaian musim giling 2026 lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama solid antara perusahaan dan petani tebu. “Saya yakin dengan kerja keras dan kolaborasi dengan petani tebu, serta teamwork yang kompak akan membawa kesuksesan,” katanya.
Fokus pada Kualitas Bahan Baku
Sementara itu, Manajer Tanaman PG Pesantren Baru, Chandra Sukmana, memastikan bahwa pihaknya terus memperkuat komunikasi dengan petani mitra untuk menjaga kualitas bahan baku tebu. Ia menegaskan bahwa konsep Manis, Bersih, dan Segar (MBS) menjadi fokus utama agar produktivitas dan kualitas gula yang dihasilkan tetap optimal.
Chandra menambahkan bahwa kolaborasi dengan petani tebu sangat penting dalam mencapai tujuan produksi yang telah ditetapkan. “Mari bersama petani tebu kita melangkah dengan semangat untuk sukses giling 2026,” pungkasnya.









Discussion about this post