klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Ekonomi

Komoditas untung dari gejolak global, tapi risiko regulasi mengancam

Redaksi by Redaksi
25 Mei 2026 - 07:23
Reading Time: 2 mins read
0
Komoditas untung dari gejolak global, tapi risiko regulasi mengancam
Buy JNews
ADVERTISEMENT



Pada tahun 2026, sektor komoditas di Indonesia diperkirakan akan menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan dalam situasi ekonomi global yang dinamis. Kenaikan harga energi dan komoditas seperti hidrokarbon serta logam dapat memberikan peluang bagi sejumlah subsektor. Namun, di balik peluang tersebut, masih ada tantangan yang harus dihadapi, termasuk risiko kebijakan dan ketidakpastian regulasi.

Peluang dan Tantangan di Sektor Komoditas

Menurut Ker Liang Chan, Associate Director dari Corporate Ratings S&P Global Ratings, sektor komoditas Indonesia berpotensi mendapatkan manfaat dari kondisi saat ini. Kenaikan harga hidrokarbon dan logam bisa mengimbangi beban biaya yang meningkat. Namun, risiko terkait kebijakan dan regulasi tetap menjadi perhatian utama, khususnya untuk subsektor seperti minyak sawit, logam, dan pertambangan.

Liang Chan menyoroti bahwa pemangkasan kuota produksi pada beberapa komoditas tambang seperti nikel dan batubara termal dalam RKAB 2026 dapat berdampak negatif pada unit-unit ekonomi, terutama operator kecil. Selain itu, penegakan hukum yang lebih ketat terhadap praktik lingkungan dan penambangan ilegal juga bisa mengurangi sentimen investasi, terutama dalam situasi ketidakpastian.

Kondisi Pendanaan Domestik yang Stabil

Secara keseluruhan, kondisi pendanaan domestik diharapkan tetap mendukung aktivitas bisnis pada tahun 2026. Meskipun rupiah melemah, sebagian besar perusahaan tampak mampu menyerap depresiasi moderat dengan dampak yang terbatas pada margin dan pembayaran utang. Hal ini mencerminkan pergeseran menuju pendanaan domestik dalam beberapa tahun terakhir, yang mengurangi ketergantungan pada utang asing dan meningkatkan ketahanan terhadap guncangan eksternal.

Tekanan Kredit pada Perusahaan Non-Jasa Keuangan

Di sisi lain, Yogie Perdana, Kepala Divisi Pemeringkatan Non-Jasa Keuangan-2 PEFINDO, menyampaikan bahwa perusahaan non-keuangan Indonesia menghadapi konvergensi tekanan kredit pada tahun 2026. Beberapa tekanan meliputi pelebaran spread kredit, tantangan refinancing sebesar Rp 121 triliun, serta kompresi margin. Namun, Martin Pandiangan, Kepala Divisi Pemeringkatan Non-Jasa Keuangan-1 PEFINDO, menilai bahwa sektor komoditas seperti CPO, hulu minyak dan gas, serta pertambangan emas akan diuntungkan oleh dinamika geopolitik dan depresiasi rupiah.

Tantangan di Sektor Hilir

Sebaliknya, sektor hilir seperti logam dan petrokimia diperkirakan akan menghadapi tantangan struktural. Hal ini disebabkan oleh ketersediaan bahan baku, biaya energi yang lebih tinggi, dan volatilitas permintaan industri. Sementara itu, sektor pertambangan batubara dan nikel, telekomunikasi, serta barang konsumsi pokok diperkirakan akan mengalami dampak netral.

Fokus pada Integrasi dan Efisiensi Operasional

Martin menambahkan bahwa peningkatan fokus pada integrasi hilir dan efisiensi operasional di antara BUMN dapat mendukung posisi strategis yang lebih kuat. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan ketahanan bisnis, perolehan nilai, serta stabilitas keuangan dan nilai tukar.

Namun, risiko keuangan dan struktural tetap menjadi perhatian. Misalnya, peningkatan leverage dari belanja modal yang didanai utang dan kelayakan ekonomi proyek-proyek kompleks bisa menjadi tantangan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memperhatikan keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas keuangan.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Celios Soroti Transparansi dan Independensi Bursa di Balik Ancaman Penurunan Status Pasar Saham Indonesia
Ekonomi

Celios Soroti Transparansi dan Independensi Bursa di Balik Ancaman Penurunan Status Pasar Saham Indonesia

19 Oktober 2026 - 04:55
Celios Kaitkan Akuisisi BYAN dengan Kekhawatiran Turunnya Kelas Pasar Saham Indonesia
Ekonomi

Celios Kaitkan Akuisisi BYAN dengan Kekhawatiran Turunnya Kelas Pasar Saham Indonesia

17 Oktober 2026 - 22:53
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Pasar Cermati Sentimen MSCI dan RDG BI
Ekonomi

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Pasar Cermati Sentimen MSCI dan RDG BI

17 Oktober 2026 - 18:28
Harga BBM Pertamina 17 Oktober 2026 Stabil, Nonsubsidi Masih Tahan di Level September
Ekonomi

Harga BBM Pertamina 17 Oktober 2026 Stabil, Nonsubsidi Masih Tahan di Level September

17 Oktober 2026 - 11:24
Bank Jatim Ingatkan Risiko Jika Gaji ASN Dialihkan ke Koperasi
Ekonomi

Bank Jatim Ingatkan Risiko Jika Gaji ASN Dialihkan ke Koperasi

16 Oktober 2026 - 21:16
Usulan MSCI Ubah Status Indonesia Picu Tekanan Tajam di Bursa Saham
Ekonomi

Usulan MSCI Ubah Status Indonesia Picu Tekanan Tajam di Bursa Saham

16 Oktober 2026 - 17:44
Next Post
Sehat Mas, Ardito Wijaya Hadapi Sidang Lanjutan di PN Tipikor Tanjungkarang

Sehat Mas, Ardito Wijaya Hadapi Sidang Lanjutan di PN Tipikor Tanjungkarang

Tim SAR Jambi Temukan Jasad Rafa yang Terseret Air 2,5 KM dari Lokasi Hanyut

Tim SAR Jambi Temukan Jasad Rafa yang Terseret Air 2,5 KM dari Lokasi Hanyut

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com