klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Ekonomi

FPM-SU Prihatin Rupiah Tertekan

Redaksi by Redaksi
21 Juni 2026 - 00:24
Reading Time: 3 mins read
0
FPM-SU Prihatin Rupiah Tertekan

Tekanan nilai tukar rupiah yang terus berlanjut telah memicu kekhawatiran mendalam di kalangan Forum Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara (FPM-SU). Kelompok ini memandang situasi tersebut sebagai indikasi adanya masalah serius dalam pengelolaan ekonomi nasional yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Melemahnya mata uang Garuda secara langsung berdampak pada kehidupan masyarakat, mulai dari lonjakan harga barang kebutuhan pokok, peningkatan biaya produksi bagi para pelaku usaha, hingga penurunan daya beli masyarakat secara umum.

Mendesak Langkah Konkret untuk Stabilitas Ekonomi

Ketua FPM-SU, Ilham Panggabean, secara tegas menyerukan agar pemerintah segera merumuskan dan mengimplementasikan langkah-langkah konkret yang mampu mengembalikan kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia, sebagai dua pilar strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi, dituntut untuk menunjukkan kinerja yang lebih optimal dan mampu menyajikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi bangsa saat ini.

“Kondisi rupiah yang terus berada dalam tekanan tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Ketika nilai tukar melemah, yang paling merasakan dampaknya adalah rakyat kecil. Harga kebutuhan meningkat, biaya hidup bertambah, sementara daya beli masyarakat semakin tertekan. Karena itu, pemerintah tidak boleh hanya memberikan narasi optimisme tanpa menunjukkan hasil yang nyata,” tegas Ilham Panggabean.

Pernyataan ini menggarisbawahi keprihatinan FPM-SU terhadap jurang antara retorika pemerintah dan realitas ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat luas. Mereka menuntut adanya tindakan nyata yang dapat dirasakan dampaknya secara langsung oleh rakyat, bukan sekadar janji manis atau analisis yang tidak berujung pada solusi praktis.

Transparansi dan Akuntabilitas Anggaran Negara

Selain isu krusial mengenai nilai tukar rupiah, FPM-SU juga menyoroti pentingnya aspek transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran negara. Ilham Panggabean mengingatkan bahwa setiap rupiah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejatinya adalah uang rakyat. Oleh karena itu, penggunaannya harus dilakukan secara tepat sasaran, terbuka kepada publik, dan dapat dipertanggungjawabkan secara utuh kepada seluruh masyarakat.

Prinsip transparansi dan akuntabilitas ini menjadi kunci untuk mencegah potensi penyalahgunaan anggaran dan memastikan bahwa setiap dana publik benar-benar tersalurkan untuk program-program yang bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat dan pembangunan nasional.

Penguatan Koordinasi Antar-Lembaga

FPM-SU juga mengamati bahwa munculnya berbagai polemik dan perbedaan informasi yang beredar di ruang publik mengindikasikan adanya kebutuhan mendesak untuk memperkuat koordinasi antar-lembaga negara. Dalam menghadapi kompleksitas isu ekonomi, sangat penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa komunikasi publik berjalan secara efektif dan terpadu. Hal ini bertujuan untuk mencegah timbulnya kebingungan di masyarakat serta menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi-institusi negara.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

Koordinasi yang solid antar-lembaga, mulai dari kementerian teknis hingga bank sentral, akan menciptakan sinergi yang kuat dalam merumuskan kebijakan dan menyampaikan informasi kepada publik. Hal ini penting agar pesan yang disampaikan konsisten dan tidak menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda di tengah masyarakat.

Desakan Evaluasi Menyeluruh Jajaran Ekonomi

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, FPM-SU secara resmi mendesak Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pimpinan di sektor ekonomi pemerintah. Fokus utama evaluasi ini adalah pada Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Menurut pandangan Ilham Panggabean, kondisi ekonomi yang tengah dihadapi bangsa saat ini menuntut adanya langkah-langkah yang tegas dan keberanian politik dari pucuk pimpinan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh pejabat yang dipercaya mengemban amanah dalam pengelolaan ekonomi nasional benar-benar mampu bekerja secara maksimal demi kepentingan bangsa dan negara.

“Kami meminta Presiden Prabowo untuk melakukan evaluasi total terhadap Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Jangan sampai rakyat terus dibebani oleh tekanan ekonomi sementara para pengambil kebijakan tidak menunjukkan hasil yang signifikan. Jabatan publik adalah amanah, bukan hak istimewa yang harus dipertahankan dalam kondisi apapun,” tegas Ilham Panggabean.

Konsekuensi bagi Pejabat yang Tidak Mampu Berkinerja

Ilham Panggabean lebih lanjut menegaskan bahwa apabila terdapat pejabat di lingkungan ekonomi pemerintah yang terbukti tidak mampu menghadirkan solusi yang efektif maupun terobosan yang berarti dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, maka langkah yang paling terhormat adalah mengajukan pengunduran diri. Alternatif lain yang dapat diambil oleh Presiden adalah melakukan pergantian pejabat tersebut.

“Jika tidak mampu menjaga kepercayaan publik dan tidak mampu menghadirkan perbaikan yang nyata terhadap kondisi ekonomi nasional, maka lebih baik mundur. Indonesia membutuhkan pemimpin dan pengambil kebijakan yang bekerja dengan hasil, bukan sekadar retorika. Presiden harus berani mengambil keputusan demi kepentingan rakyat dan masa depan ekonomi Indonesia,” tutup Ilham Panggabean.

Pernyataan penutup ini menekankan bahwa kepemimpinan yang efektif dalam bidang ekonomi haruslah berorientasi pada hasil yang terukur dan berdampak positif bagi masyarakat. Retorika belaka tidak akan cukup untuk menghadapi tantangan ekonomi yang kompleks, dan presiden diharapkan memiliki keberanian politik untuk melakukan perubahan demi kebaikan bangsa.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Celios Soroti Transparansi dan Independensi Bursa di Balik Ancaman Penurunan Status Pasar Saham Indonesia
Ekonomi

Celios Soroti Transparansi dan Independensi Bursa di Balik Ancaman Penurunan Status Pasar Saham Indonesia

19 Oktober 2026 - 04:55
Celios Kaitkan Akuisisi BYAN dengan Kekhawatiran Turunnya Kelas Pasar Saham Indonesia
Ekonomi

Celios Kaitkan Akuisisi BYAN dengan Kekhawatiran Turunnya Kelas Pasar Saham Indonesia

17 Oktober 2026 - 22:53
Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Pasar Cermati Sentimen MSCI dan RDG BI
Ekonomi

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS, Pasar Cermati Sentimen MSCI dan RDG BI

17 Oktober 2026 - 18:28
Harga BBM Pertamina 17 Oktober 2026 Stabil, Nonsubsidi Masih Tahan di Level September
Ekonomi

Harga BBM Pertamina 17 Oktober 2026 Stabil, Nonsubsidi Masih Tahan di Level September

17 Oktober 2026 - 11:24
Bank Jatim Ingatkan Risiko Jika Gaji ASN Dialihkan ke Koperasi
Ekonomi

Bank Jatim Ingatkan Risiko Jika Gaji ASN Dialihkan ke Koperasi

16 Oktober 2026 - 21:16
Usulan MSCI Ubah Status Indonesia Picu Tekanan Tajam di Bursa Saham
Ekonomi

Usulan MSCI Ubah Status Indonesia Picu Tekanan Tajam di Bursa Saham

16 Oktober 2026 - 17:44
Next Post
IHSG Menguat: Inflasi & Manufaktur RI Jadi Penggerak

IHSG Menguat: Inflasi & Manufaktur RI Jadi Penggerak

Harga iPhone Juni 2026: 15, 16, 17 Pro & Air

Harga iPhone Juni 2026: 15, 16, 17 Pro & Air

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com