Bencana Angin Puting Beliung Melanda Desa Karang Rejo
Pada malam hari Minggu (12/4/2026), wilayah Desa Karang Rejo, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah dilanda bencana angin puting beliung. Peristiwa ini terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung dalam waktu singkat, namun kekuatannya cukup besar hingga menyebabkan kerusakan pada bagian atap salah satu rumah warga setempat.
Berdasarkan data yang dikumpulkan, rumah yang rusak adalah milik keluarga Suharni (53 tahun), seorang ibu rumah tangga. Angin kencang tersebut disertai dengan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada pukul 18.35 WIB. Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil mencapai jutaan rupiah. Namun, kondisi rumah korban masih layak ditempati, hanya beberapa seng yang terlepas dan sedang dalam proses perbaikan.
Respons dari Babinsa Koramil 06 Bukit
Untuk menangani situasi ini, Babinsa Koramil 06 Bukit segera turun ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan pengecekan dampak kerusakan. Serka Erwandi, yang mewakili Danramil 06 Bukit Kapten Czi Aep Mukhran Halid, menjelaskan bahwa meski tidak ada korban jiwa, masyarakat tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada sore hari.
“Saat ini intensitas hujan masih cukup tinggi, khususnya di sore hari. Kami menghimbau masyarakat agar selalu waspada karena bencana alam bisa terjadi kapan saja,” ujar Serka Erwandi.
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini sebagai respons terhadap prediksi peningkatan intensitas curah hujan di wilayah Aceh, termasuk Bener Meriah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bener Meriah, Ilham Abdi, menilai kondisi cuaca ekstrem memiliki risiko tinggi memicu terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, atau pohon tumbang yang dapat mengancam keselamatan warga.
“Kita meminta masyarakat untuk tidak hanya waspada, tetapi juga aktif mengikuti perkembangan informasi resmi dari kanal pemerintah dan BMKG guna menghindari simpang siur berita atau hoaks,” tegas Ilham.
Tindakan Preventif yang Disarankan
Untuk mengurangi risiko bencana, masyarakat diminta melakukan tindakan preventif secara mandiri. Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain:
- Menghindari aktivitas di bantaran sungai dan daerah rawan longsor saat hujan deras.
- Membersihkan saluran drainase untuk mencegah penyumbatan.
- Memangkas dahan pohon yang berisiko tumbang.
- Mengamankan dokumen-dokumen penting sebagai bentuk mitigasi dini.
Selain itu, Pemkab Bener Meriah melalui instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik yang dianggap rawan bencana.
Kolaborasi Antara Pemerintah dan Masyarakat
Dengan kolaborasi antara kesiapsiagaan pemerintah dan kepedulian masyarakat, diharapkan risiko serta dampak kerugian akibat bencana hidrometeorologi ini dapat diminimalisir semaksimal mungkin.










Discussion about this post