MEDAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I memperkirakan akan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sebagian besar wilayah Sumatra Utara (Sumut) hingga 20 April 2026.
Prakirawan BMKG Wilayah I Budi Hutasoit menjelaskan bahwa kondisi cuaca di Sumut masih dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang bersifat regional maupun lokal. Salah satu faktor utama adalah fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO), yang diperkirakan melintasi sebagian wilayah Sumatra. Selain itu, labilitas atmosfer yang terpantau cukup kuat di Sumut juga berkontribusi pada kejadian hujan yang sering terjadi dalam sepekan ke depan.
Selain MJO, pemanasan pada siang hari yang cukup intens turut memperkuat proses pembentukan awan konvektif yang berpotensi menyebabkan hujan. Hal ini membuat kondisi cuaca di Sumut umumnya didominasi oleh hujan ringan hingga lebat. Namun, masyarakat perlu waspada terhadap peningkatan intensitas hujan yang bisa mencapai sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.
Beberapa daerah yang diprakirakan mengalami peningkatan hujan dari intensitas sedang ke lebat antara lain:
- Medan
- Deli Serdang
- Binjai
- Asahan
- Langkat
- Batubara
- Tebingtinggi
- Pematangsiantar
- Serdang Bedagai
- Karo
- Dairi
- Pakpak Bharat
- Simalungun
Selain daerah-daerah tersebut, prakiraan hujan intensitas sedang-lebat juga berlaku untuk wilayah:
- Labuhanbatu
- Labuhanbatu Utara
- Labuhanbatu Selatan
- Toba
- Tapanuli Tengah
- Tapanuli Selatan
- Tapanuli Utara
- Humbang Hasundutan
- Gunung Sitoli
- Nias
- Nias Barat
- Nias Selatan
- Padangsidimpuan
- Sibolga
- Mandailing Natal
- Padang Lawas
- Padang Lawas Utara
BMKG Wilayah I mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan hujan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Budi menekankan bahwa kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga penting untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca secara berkala.
“BMKG mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui berbagai kanal informasi BMKG,” ujar Budi.










Discussion about this post