klikkepri.com
No Result
View All Result
  • Login
SUBSCRIBE
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
    • Lokal
    • BP Batam
    • Batam
    • Anambas
    • Bintan
    • Karimun
    • Lingga
    • Natuna
    • Tanjung Pinang
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
    • Kriminal
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
    • Edukatif
    • Olahraga
    • Bisnis
    • Otomotif
    • Nasional
    • Lifestyle
    • Sepak Bola
    • Serba Serbi
    • Tech
    • Index
No Result
View All Result
klikkepri.com
  • Breaking News
  • Trending
  • Berita Utama
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Opini
  • Teknologi
  • Travel
  • Lainnya
Home Breaking News

Dampak Serangan Israel di Lebanon: 3 Prajurit TNI Gugur, 5 Terluka, PBB Kecam, UNIFIL Selidiki

Redaksi by Redaksi
1 April 2026 - 17:19
Reading Time: 4 mins read
0
Dampak Serangan Israel di Lebanon: 3 Prajurit TNI Gugur, 5 Terluka, PBB Kecam, UNIFIL Selidiki

Peristiwa Kekerasan di Lebanon Selatan Mengakibatkan Delapan Prajurit TNI Jadi Korban

Delapan prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Kontingen Garuda (Konga) untuk United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) PBB menjadi korban meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Lebanon Selatan. Tiga di antaranya meninggal dunia, sementara lima lainnya mengalami luka berat dan ringan.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap keselamatan pasukan perdamaian internasional. PBB mengecam keras insiden tersebut dan menyatakan bahwa UNIFIL sedang melakukan investigasi terkait peristiwa ini.

Kronologi Kematian Prajurit TNI

Menurut informasi dari Kementerian Pertahanan RI, hingga Selasa (31/3/2026) pagi, jumlah prajurit TNI yang menjadi korban ada delapan orang, tiga di antaranya meninggal dunia. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengakui bahwa situasi keamanan di wilayah penugasan mengalami eskalasi dalam beberapa hari terakhir.

Pada 29 Maret 2026, satu prajurit TNI gugur, satu luka berat, dan dua luka ringan akibat dampak konflik yang terjadi di wilayah operasi. Insiden berikutnya terjadi sehari kemudian, Senin (30/3/2026), di mana dua prajurit TNI gugur di tengah eskalasi konflik antara Lebanon dan Israel. Dengan demikian, dalam dua hari, delapan prajurit TNI menjadi korban.

Brigjen Rico menjelaskan bahwa para prajurit yang mengalami luka saat ini dalam penanganan medis intensif di Beirut. Para korban saat itu tengah menjalankan tugas pengawalan untuk mendukung kegiatan operasional UNIFIL. Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih diselidiki oleh pihak UNIFIL sesuai mekanisme yang berlaku.

Koordinasi dengan UNIFIL

Pemerintah Indonesia melalui Kemhan dan TNI terus berkoordinasi dengan markas besar UNIFIL untuk memastikan keselamatan seluruh personel serta menjamin penanganan terbaik bagi para korban. “Langkah-langkah evakuasi dan penanganan medis juga telah dilaksanakan secara cepat sesuai prosedur operasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” jelas dia.

Kemhan menegaskan keselamatan pasukan perdamaian harus menjadi prioritas. Rico menekankan bahwa semua pihak yang terlibat konflik diharapkan menghormati hukum humaniter internasional serta menjamin keamanan personel penjaga perdamaian.

“Indonesia tetap berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan mendukung stabilitas kawasan melalui partisipasi dalam misi perdamaian PBB,” tegas dia.

PBB Mengecam Keras

Kepala Operasi Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, mengecam keras insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon. “Kami mengutuk keras insiden yang tidak dapat diterima ini. Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target,” kata Lacroix kepada wartawan dalam konferensi pers di Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat (AS).

Lacroix juga menyatakan bahwa UNIFIL sedang melakukan investigasi “untuk menentukan keadaan dari perkembangan tragedi ini.” Ia menyebut bahwa pasukan perdamaian PBB “tetap berada di lapangan, melaksanakan tugas-tugas yang diamanatkan Dewan Keamanan PBB, dalam kondisi yang sangat berbahaya ini.”

Investigasi oleh UNIFIL

Sementara itu, Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengatakan bahwa penyelidikan atau investigasi terhadap peristiwa ini sedang berlangsung, tetapi akan memakan waktu. “Untuk saat ini, kami belum memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi, tetapi itulah yang akan ditemukan oleh penyelidikan,” tutur Kandice, dikutip dari UN News.

“Setelah penyelidikan selesai, sesuai praktik biasa, kami akan membagikannya kepada pihak-pihak terkait. Dan tergantung pada hasilnya, jika kami menemukan pihak yang bertanggung jawab, kami akan memberi tahu mereka dan kami akan secara resmi memprotes hal itu kepada mereka.”

Profil UNIFIL

Sebagai informasi, UNIFIL atau Pasukan Sementara PBB di Lebanon adalah sebuah misi penjaga perdamaian yang didirikan oleh Dewan Keamanan PBB pada 19 Maret 1978 untuk menjaga keamanan di Lebanon Selatan. Total, ada lebih dari 8.000 pasukan penjaga perdamaian dari hampir 50 negara yang bertugas di UNIFIL.

Tugas utama UNIFIL adalah memastikan penarikan pasukan Israel dari Lebanon Selatan, memulihkan perdamaian dan keamanan internasional, dan membantu Pemerintah Lebanon dalam memastikan kembalinya otoritas efektifnya di wilayah tersebut.

UNIFIL telah memainkan peran penting dalam memajukan perdamaian dan keamanan, termasuk dengan berpatroli di Garis Biru pemisah antara kedua negara. Sejatinya, UNIFIL telah berperan besar dalam mengimplementasikan resolusi DK PBB yang mengakhiri permusuhan selama lebih dari 30 hari antara pasukan Israel dan Hizbullah pada 2006.

Namun, Lacroix menyatakan, eskalasi yang terjadi saat ini telah menyebabkan “banyak pelanggaran” terhadap Resolusi 1701 (2006), mengutip serangan di sepanjang Garis Biru serta kehadiran pasukan Israel di Lebanon. Bahkan, wilayah dekat markas UNIFIL di Lebanon Selatan mengalami serangan Israel.

Respons DPR RI

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menyatakan pihaknya akan segera membahas gugurnya prajurit TNI di Lebanon dengan pemerintah. Politisi NasDem itu menegaskan ini bukan hanya sekadar insiden biasa di area konflik, namun peristiwa yang sangat serius karena menyangkut keselamatan personel perdamaian yang bertugas di bawah mandat PBB.

Buy JNews
ADVERTISEMENT

“Serangan pasukan perdamaian dalam kondisi apapun itu tidak dibenarkan, insiden ini harus ditempatkan sebagai isu strategis nasional,” ungkap Amelia dalam dialog Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Selasa (31/3/2026).

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VII itu menilai jangan sampai serangan seperti ini dibiarkan tanpa akuntabilitas yang jelas, karena bisa menjadi preseden buruk. “Kami akan meminta penjelasan secara menyeluruh dari pemerintah, utamanya dari TNI dan kementerian terkait mengenai kronologi, penyebab, kondisi prajurit kita di lapangan, serta langkah yang sudah dan akan diambil oleh negara,” ujarnya.

Komisi I tidak hanya berfokus pada insiden yang sudah terjadi, namun juga pada evaluasi sistem perlindungan pasukan. “Ini mencakup pembahasan di Komisi I yang akan kami tanyakan nanti.” “Kami akan segera pembahasan mendalam terkait insiden ini baik melalui rapat kerja dengan Kemhan dan TNI,” ungkapnya.

ShareTweetSend
Redaksi

Redaksi

Related Posts

DPR Sahkan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Gantikan Listyo Sigit
Breaking News

DPR Sahkan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Kapolri Gantikan Listyo Sigit

1 Oktober 2026 - 11:31
Ribuan Kubik Pasir di Lahan Kosong Sei Beduk Disorot, Asal-Usul dan Izin Dipertanyakan
Breaking News

Ribuan Kubik Pasir di Lahan Kosong Sei Beduk Disorot, Asal-Usul dan Izin Dipertanyakan

30 September 2026 - 18:48
LRT Jabodebek Alami Rem Mendadak di Cikunir, Penumpang Diarahkan ke Perjalanan Berikutnya
Breaking News

LRT Jabodebek Alami Rem Mendadak di Cikunir, Penumpang Diarahkan ke Perjalanan Berikutnya

29 September 2026 - 19:19
506 Ribu Batang Rokok Ilegal Disita Bea Cukai Batam, Termasuk Merek Lenox
Breaking News

506 Ribu Batang Rokok Ilegal Disita Bea Cukai Batam, Termasuk Merek Lenox

25 September 2026 - 14:08
Buka Sosialisasi Anti-Korupsi 2026, Sekdaprov Misni Minta OPD Perkuat Sistem Pengendalian Internal
Breaking News

Buka Sosialisasi Anti-Korupsi 2026, Sekdaprov Misni Minta OPD Perkuat Sistem Pengendalian Internal

23 September 2026 - 17:34
Alamak! Mantan Polri Ungkap Dugaan Setoran Bandar Narkoba ke Oknum  Polres Langkat Lewat Medsos
Breaking News

Alamak! Mantan Polri Ungkap Dugaan Setoran Bandar Narkoba ke Oknum Polres Langkat Lewat Medsos

13 September 2026 - 18:26
Next Post
Paus Leo XIV Dapat Kejutan Patung Santo Yusuf Arimatea dari Indonesia

Paus Leo XIV Dapat Kejutan Patung Santo Yusuf Arimatea dari Indonesia

Aduan Warga Membludak, Bupati Tuntut Pelayanan Prima Dinas

Aduan Warga Membludak, Bupati Tuntut Pelayanan Prima Dinas

Discussion about this post

klikkepri.com

Klik Kepri Merupakan Portal Berita yang menyajikan informasi Indeks berita terkini dan terbaru hari ini dari peristiwa, kecelakaan, kriminal, hukum, berita unik, Politik, dan liputan khusus di Indonesia

Copyright© 2026 | Klikkepri.com

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Regional
  • Teknologi
  • Batam
  • Anambas
  • Bintan
  • Lingga
  • Natuna
  • Tanjung Pinang
  • Karimun
  • Disclamer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Lifestyle
    • Health
    • Travel
    • Opini
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

Copyright© 2026 | Klikkepri.com