Gempa Bumi Magnitudo 4.7 Mengguncang Flores Timur dan Lembata
Gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 4.7 mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur dan Lembata pada Rabu, 08 Maret 2026. Sebagai respons terhadap bencana ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah merilis laporan terkini mengenai jumlah korban, kebutuhan mendesak, hingga pendistribusian logistik.
Berdasarkan informasi resmi terbaru yang dikumpulkan, jumlah pengungsi akibat gempa bumi mencapai 1.313 jiwa (285 KRT). Dari jumlah tersebut, sebanyak 18 jiwa mengalami luka ringan. Pengungsi ini tersebar di 7 desa dan 1 kelurahan di dua kecamatan, yaitu Adonara Timur dan Solor Timur.
Berikut rincian jumlah pengungsi dari 8 desa:
- Desa Lamahala Jaya: 544 jiwa (104 KRT)
- Desa Terong: 621 jiwa (147 KRT)
- Kelurahan Waiwerang Kota: 18 jiwa (7 KRT)
- Desa Karing Lamalouk: 4 jiwa (1 KRT)
- Desa Ipi Ebang: 8 jiwa (2 KRT)
- Desa Moton Wutun: 55 jiwa (10 KRT)
- Desa Watobuku: 32 jiwa (8 KRT)
- Desa Dewa Ta’a: 31 jiwa (6 KRT)
Menurut informasi Camat Solor Timur, Moh. Natsir Hasan, wilayah terdampak gempa bumi meliputi 4 desa, yaitu Desa Moton Wutun, Desa Watobuku, Desa Labelen, dan Desa Watohari khususnya di Dusun Kiwaebang.
Dampak gempa bumi juga menyebabkan kerusakan pada sedikitnya 257 unit rumah dan fasilitas umum. Kerusakan ini berkisar dari ringan hingga parah. Saat ini, masyarakat pengungsi mengalami kekurangan kebutuhan pokok dan mendesak seperti sembako, air bersih, perlengkapan mandi dan cuci, terpal, tikar, perlengkapan bayi dan balita, kursi roda, kasur lipat, serta popok dewasa.
Pemerintah daerah Flores Timur melalui BPBD Flores Timur telah mendistribusikan ratusan logistik dengan rincian sebagai berikut:
- Kasur lipat: 200 PCS
- Tikar/matras: 200 PCS
- Selimut: 400 PCS
- Terpal 4×6: 6 PCS
- Terpal 3×4: 14 PCS
- Hyegen Kit: 200 paket
- Beras 5 kilogram: 200 karung
- Minyak kayu putih: 200 PCS
- Tenda pengungsi: 2 unit
- Tenda keluarga (4×6): 12 unit
- Senter: 4 unit
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kupang menjelaskan bahwa episenter gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 4.7 terjadi pada Rabu, 08 April 2026. Lokasi episenter berada pada koordinat 8.36° LS dan 123.15° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 21 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman 5 kilometer.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Aktif. Berdasarkan laporan sementara dari Pemerintah Desa, beberapa rumah mengalami kerusakan.
Hingga 10 April 2026, tercatat 106 gempa susulan (aftershock) terjadi pasca-gempa utama magnitudo 4.7 di Flores Timur. Data gempa susulan terbaru pada Sabtu, 11 April 2026, berkekuatan Magnitudo 2.1 pukul 11.37 WIB. Lokasi gempa tersebut berada pada koordinat 8.45 LS – 123.16 BT, 26 kilometer tenggara Larantuka dengan kedalaman 4 kilometer.










Discussion about this post