Ringkasan Berita Gempa di Jember
Pada hari Selasa (12/5/2026) pukul 05.50 WIB, wilayah barat daya Jember diguncang gempa dengan magnitudo 2,8. Gempa tersebut terjadi di koordinat 9,16 LS dan 113,60 BT, dengan pusat gempa berada sejauh 107 km dari Jember. Kedalaman gempa mencapai 35 km, sehingga dampaknya tidak terlalu besar.
BMKG atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang bertugas mengamati dan menganalisis cuaca, iklim, serta fenomena geofisika seperti gempa bumi dan tsunami. Informasi lengkap mengenai gempa dapat ditemukan melalui akun resmi BMKG di X @infoBMKG.
Jember adalah sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Secara geografis, Jember berada di bagian timur Pulau Jawa. Wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso di utara, Kabupaten Banyuwangi di timur, Kabupaten Lumajang di barat, dan Samudera Hindia di selatan. Jarak dari Jember ke Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur, sekitar 205 kilometer jika melalui rute tercepat via Jalan Tol Gempol – Pasuruan.
Magnitudo gempa merujuk pada ukuran energi yang dilepaskan oleh sumber gempa di dalam bumi. Magnitudo 2,8 menunjukkan bahwa gempa tersebut termasuk kecil dan biasanya tidak menyebabkan kerusakan signifikan. Namun, informasi yang diberikan oleh BMKG disertai dengan peringatan bahwa hasil pengolahan data masih bisa berubah seiring kelengkapan data.
Skala MMI dan Dampak Gempa
BMKG menggunakan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) untuk menggambarkan intensitas gempa dan dampaknya terhadap lingkungan. Berikut penjelasannya:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Kesimpulan
Gempa yang terjadi di barat daya Jember memiliki magnitudo 2,8 dan dampaknya tidak terlalu signifikan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi terkini dari BMKG.










Discussion about this post