Perdagangan saham pada sesi I Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Senin (12/10), diwarnai aksi jual bersih investor asing senilai Rp 166,22 miliar. Tekanan itu muncul setelah nilai pembelian asing tercatat Rp 1,58 triliun, namun transaksi penjualan mencapai Rp 1,75 triliun, sehingga posisi akhirnya tetap net foreign sell.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham justru masuk daftar incaran investor luar negeri. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatat pembelian bersih terbesar dengan nilai Rp 133,02 miliar. Di bawahnya ada PT Astra International Tbk (ASII) yang diborong asing senilai Rp 48,53 miliar.
Arus beli asing juga mengalir ke beberapa emiten lain. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membukukan net buy Rp 12,35 miliar, disusul PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) sebesar Rp 11,78 miliar, serta PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai pembelian bersih Rp 9,97 miliar.
Namun, daftar pelepasan saham oleh investor asing tetap lebih dominan pada sejumlah emiten besar. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham dengan net sell terbesar, yakni Rp 44,40 miliar. Setelah itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dilepas asing senilai Rp 38,65 miliar.
Tekanan jual juga terlihat pada PT Dewata Freightinternational Tbk (DEWA) yang mencatat net sell Rp 23,93 miliar. Dua saham lain yang turut masuk daftar penjualan bersih adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebesar Rp 19,34 miliar dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) senilai Rp 15,94 miliar.
Data sesi I ini menunjukkan bahwa pergerakan investor asing masih selektif, dengan minat beli pada beberapa saham tertentu belum cukup untuk mengimbangi aksi jual yang lebih besar secara keseluruhan. Kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran sentimen pasar pada awal perdagangan hari itu.










Discussion about this post