Kondisi Gunung Ili Lewotolok Saat Ini
Gunung Ili Lewotolok, yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, saat ini berada dalam status Level II atau Waspada. Berdasarkan laporan dari petugas Posmat Gunung Ili Lewotolok Lembata, Syawaludin, kondisi gunung tersebut selama 24 jam terakhir menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi. Pemantauan dilakukan dari pukul 00.00 hingga 24.00 Wita pada hari Minggu (5/4/2026).
Gunung Api Ili Lewotolok memiliki posisi geografis di Latitude -8.272°LU dan Longitude 123.505°BT dengan ketinggian sekitar 1423 mdpl. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa gunung tersebut terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas rendah hingga sedang. Teramati juga asap kawah utama yang berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, sekitar 50-100 meter dari puncak.
Cuaca sekitar gunung tercatat cerah hingga mendung dengan angin lemah hingga sedang yang bertiup ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 25-32°C.
Aliran Lava dan Gempa Letusan
Selain itu, teramati aliran lava yang mengarah ke tenggara, diperkirakan sejauh 200 meter dari bibir kawah. Hal ini menunjukkan adanya aktivitas vulkanik yang cukup signifikan.
Dari segi kegempaan, Gunung Ili Lewotolok mencatat 64 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo antara 4.8-24.5 mm dan durasi gempa berkisar antara 30-57 detik. Selain itu, terdapat 2 kali gempa guguran dengan amplitudo 1.1-2.1 mm dan durasi 59-76 detik. Ada juga 102 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1.4-5.5 mm dan durasi 24-55 detik.
Terdapat pula 1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 28.9 mm dan durasi 8 detik, serta 1 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 29.8 mm, S-P 0.3 detik, dan durasi 14 detik. Di samping itu, terjadi 4 kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 1.6-7.8 mm dan S-P 3.5-4.2 detik, serta durasi gempa 23-33 detik. Terakhir, ada 3 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 1-2.5 mm, S-P 6.5 detik, dan durasi gempa 43-468 detik.
Rekomendasi untuk Masyarakat Sekitar
Pihak berwenang telah memberikan beberapa rekomendasi untuk masyarakat sekitar maupun pengunjung dan pendaki:
- Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas gunung. Masyarakat Desa Lamatokan dan Desa Jontona harus tetap waspada terhadap potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian timur puncak/kawah.
- Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas gunung. Mereka juga perlu waspada terhadap ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian selatan dan tenggara puncak/kawah.
- Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas gunung. Mereka juga perlu waspada terhadap ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian barat puncak/kawah.
- Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya akibat abu vulkanik, masyarakat yang berada di sekitar Gunung Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
- Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok harus selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi, terutama saat musim hujan.










Discussion about this post