BATAM, KLIKKEPRI.com – DPRD Kota Batam menggelar Rapat Paripurna Tanggapan Wali Kota terhadap Pemandangan Umum Fraksi atas Rancangan Peraturan Daerah Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Rabu 17 Juni 2026 di Gedung DPRD Batam.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Haji Muhammad Kamaluddin didampingi Wakil Ketua I Aweng Kurniawan dan Wakil Ketua III Muhammad Yunus Muda.
Pemko Batam diwakili Sekdako Firmansyah membacakan jawaban tertulis Wali Kota.
Pemko Batam mengapresiasi seluruh fraksi DPRD atas masukan konstruktif terhadap RPP APBD 2025.
Pemko juga menyebut Kota Batam kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI untuk ke-14 kali berturut-turut.
Menjawab catatan Fraksi NasDem, Pemko sepakat meningkatkan kemandirian fiskal lewat optimalisasi PAD.
Realisasi belanja 90,44% disebut dipengaruhi efisiensi anggaran, sisa tender, kendala pembebasan lahan, putus kontrak, dan pembatalan kegiatan.
Evaluasi ke depan fokus pada perencanaan lebih baik dan percepatan pengadaan.
Kepada Fraksi Gerindra, Pemko menjelaskan langkah peningkatan penerimaan, digitalisasi retribusi kebersihan via QRIS dan virtual account, pembenahan parkir, hingga relaksasi PBB.
Anggaran diarahkan ke prioritas pendidikan, kesehatan, kemiskinan, dan UMKM.
Menanggapi PDI Perjuangan, Pemko menegaskan ukuran keberhasilan APBD bukan hanya serapan tinggi, tapi manfaat nyata bagi masyarakat.
Kepada Golkar, Pemko menjelaskan rendahnya Belanja Tidak Terduga karena hanya digunakan untuk kondisi darurat.
Fraksi PKS mendapat jawaban soal pengendalian pengangguran, penanganan banjir, persampahan, air bersih, hingga pelestarian budaya Melayu.
Kepada PKB, Pemko berkomitmen memperkuat belanja modal infrastruktur dan evaluasi BUMD.
Sementara Fraksi PAN-Demokrat-PPP dan Hanura-PSI-PKN mendapat penjelasan terkait alokasi transfer, realisasi belanja modal OPD, peningkatan aset Rp13,72 triliun, serta SiLPA sebagai bahan evaluasi.
Ketua DPRD Kamaluddin menutup rapat dan meminta Badan Anggaran segera membahas RPP bersama TAPD karena keterbatasan waktu sebelum penyusunan APBD. ***










Discussion about this post